TELEPON : 021 749-8780. MOBILE : 0812-1985-9687
Tampilkan postingan dengan label bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bogor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2010

Trip Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede berada ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango. Terletak diantara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dan berada di pada lintang 106°51′ - 107°02′ BT dan 64°1′ - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18°c dan dimalam hari suhu puncak berkisar 5°c. Gerbang utama untuk masuk ke gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas. Ada gerbang-gerbang lain yang berada di daerah Sukabumi, akan tetapi pada umumnya pendaki lebih memilih lewat Cibodas atau Cipanas. Gunung ini sangat populer bagi para pendaki di Jawa Barat, bahkan ketenarannya sampai keluar pulau Jawa. Ada banyak sekali objek-objek yang menarik yang dapat dikunjungi, setiap akhir pekan gunung ini selalu di penuhi oleh para pendaki dari JABOTABEK dan Bandung. Cibodas juga merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjung pada setiap akhir pekan, di daerah ini terdapat hutan wisata kebon raya Cibodas. Di Cibodas ini kita juga bisa menemukan banyak sekali penginapan-penginapan kecil yang menawarkan sewa yang cukup masuk akan. Bagi anda yang berasal dari daerah yang agak jauh akan lebih baik lagi jika sebelum mendaki anda menginap dulu di Cibodas semalam, dan memulai pendakian keesokan harinya. Kalau anda ingin mencobanya, high-camp.com menyarankan untuk mencoba penginapan “PONDOK WISATA 145″. Motel ini bersih dan tenang, dan di Cibodas anda juga bisa menemukan toko peralatan naik gunung. 
Hampir seluruh hutan di gunung gede didominasi oleh hutan type sub-alpine, dan pada ketinggian 2.750m dpl. bisa ditemukan Javanese eidelweiss. Gunung ini sangat menarik, sehingga kebanyakan pendaki didaerah sekitarnya (JABOTABEK dan Bandung) hampir boleh dikatakan sudah sangat sering ke Gunung Gede.Jika dibandingkan dengan saudaranya Gunung Pangrango, gunung Gede lebih sering dan lebih banyak pengunjungnya.

Rute Pendakian 

Ada beberapa jalur pendakian ke puncak Gunung Gede akan tertapi gerbang utamanya adalah dari Cibodas, yang merupakan juga tempat kantor pusat dari Taman Nasional Gede-Pangrango. Berada kira-kira 100km dari Jakarta atau kira-kira 2,5 jam mengemudi. Dari Bandung sekitar 89km atau 2jam mengemudi. 

Untuk mencapai Cibodas, dari Jakarta dapat ditempuh dengan memakai kendaraan pribadi atau bus umum dengan tujuan Bandung lewat jalur puncak dan turun di pertigaan Cibodas. Dilanjutkan dengan naik angkot sampai pasar Cibodas. Disini ada kantor pusat Taman Nasional tempat pendaftaran ijin masuk. Terdapat juga toko peralatan pendakiaan yang lokasinya tidak begitu jauh dari kantor pendaftaran ijin masuk.

Gerbang Gunung Putri terletak tidak begitu jauh dari Cibodas. Bisa dicapai lewat Cipanas dan Pacet. Dari Jakarta naik bus jurusan Bandung lewat puncak dan turun di Cipanas, dilanjutkan dengan naik angkot sampai ke Gunung Putri. Disini juga ada kantor petugas Taman Nasional, dan disini juga bisa mendaftar ijin masuk.
Selain gerbang Cibodas dan Gunung Putri juga ada gerbang masuk lainnya yaitu:
  • Gerbang Bedogol ( Lido- Sukabumi ) kira-kira 17km dari Bogor.
  • Gerbang Selabintana ( Sukabumi ) 60 km dari Bogor dan 100 km dari Bandung.
  • Gerbang Situ Gunung ( Sukabumi ) 15 km dari Selabintana dari arah Bogor.
Ketiga gerbang masuk diatas berada di Sukabumi. Jika dibandingkan dengan dua gerbang yang lain, ketiga gerbang ini tidak dianjurkan bagi para pemula, karena memiliki medan yang lebih sulit dibanding dengan gerbang Cibodas dan Gunung Putri. Untuk mencapai ketiga gerbang ini dari Jakarta naik bus jurusan Sukabumi.

Perijinan

Seluruh pengunjung diharuskan untuk membeli tiket masuk Taman Nasional, ini bisa diperoleh di keempat gerbang masuk Taman Nasional. Persyaratan tambahan akan berlaku jika:
  • Jika masuk Taman Nasional bukan dengan tujuan untuk ke Air Terjun, akan tetapi ke puncak, Air Panas, Kandang Badak dsb.
  • Jika akan bermalam di dalam Taman Nasional.
Jika anda ingin mendaki ke puncak, anda harus mempunyai ijin masuk yang bisa diperoleh di Visitor Centre Cibodas, Selabintana Resort Office dan Gunung Putri Resort Office.
Jam pendaftaran masuk di kantor Taman Nasional
Senin – Kamis                         07.30 - 14.30 wib
Jumat                                      07.30 - 14.30 wib
Minggu                                    07.30 - 14.00 wib

Anda harus menyerahkan fotocopy KTP, Passport, dan ijin orang tua bagi yang berumur dibawah 17 tahun. Pelayanan petunjuk dan informasi dapat didapat di Visitor Centre Cibodas. Petugas Taman Nasional Akan memeriksa barang bawaan dan perijinan sebelum anda memasuki Taman Nasional. 
-  Dilarang membawa binatang peliharaan memasuki Taman Nasional.  
- Dilarang membawa senjata api, senjata tajam (hanya satu pisau jenis multi purpose untuk satu grup di ijinkan), bahan deterjen yang akan mencemari sumber air.  
-  Dilarang membawa radio atau peralatan elektronik yang menimbulkan suara bising, untuk walkie-talkies perlu special ijin untuk penggunaan didalam Taman Nasional.  
-  Dilarang membuat api unggun, karena potensial menyebabkan kebakaran hutan.
-  Dilarang mencoret-coret pohon dan bebatuan.  
-  Dilarang memetik bunga atau tumbuhan lainnya.  
-  Diharuskan mengikuti jalan setapak yang sudah ada. 
-  Dilarang keras memotong jalan karena akan merusak jalan setapak yang sudah ada juga akan membahayakan pendaki itu sendiri. 
-  Dilarang membuang sampah didalam Taman Nasional, seluruh sampah dari perbekalan bawaan anda harus dibawa turun, dan kalau anda sudi dianjurkan juga untuk membawa sampah lainnya yang mungkin ada tercecer. 
-  Dilarang keras mencemari sumber mata air, dan jika anda mandi atau membersihkan badan dilarang memakai sabun atau bahan lain yang akan menyebabkan polusi.
-  Harus melapor saat meninggalkan Taman Nasional kepada petugas.

Tempat Menarik

Tempat ini selain mempunyai sejarah bagi penilitian biologis dan ekologi, juga memainkan peranan yang penting bagi wisata ecotourism. ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain mendaki gunung dan hiking, diantaranya penelitian kehidupan binatang, photography, dan camping.
Telaga Biru 1.575m
Berada 1,5km/25menit jalan kaki dari gerbang Cibodas. Nama telaga ini diambil dari warna algae yang hijau kebiruan yang menyebabkan warna hijau pada air telaga. Telaga ini dikelilingi oleh pepohonan yang merupakan perubahan dari sub-Montana ke Montana.
Air terjun Cibereum 1.625m
Berada 2,6km/1 jam jalan kaki dari gerbang Cibodas. Bukan hanya satu air terjun akan tetapi tiga air terjun. Berjejer dengan nama, Cikudul, Cidendeng dan Cibeureum pada tebing yang ditumbuhi oleh lumut berwarna kemerahan. Jenis lumut ini tumbuh menyebar di daerah Jawa Barat. Banyak kelelawar yang terbang berasal dari gua Lalay yang tidak begitu jauh dari lokasi air terjun.
Sungai Air Panas 2.150m
Berada 5,3km/2 janm jalan kaki dari gerbang Cibodas. Suhu dari air bisa mencapai lebih dari 75°c akan tetapi juga suhunya bisa turun selama hujan. Air panas ini mengandung kadar belerang yang lumayan tinggi. DI tempat ini kita juga bisa menemukan pondok gunung untuk beristirahat.
Puncak dan Kawah 2.958m
Ada tiga semi aktive kawah yang tergabung jadi satu grup yaitu: Lanang, Ratu dan Wadon. Gigir kawah begitu curam dan sedikit berbahaya. Didekat puncak kita temui jalan setapak menurun menuju ke lembah Surya Kencana. Kawah gunung gede sering mengeluarkan asap belerang yang menusuk hidung.
Alun-alun Suryakencana 2.750m.
Berada 11,8km/6jam jalan kaki dari gerbang Cibodas, 6,9km/3,5 jam dari gerbang Gunung Putri dan 9km/5jam dari gerbang Selabintana. Luas alun-alun sekitar 50 hektar, terletak diantara puncak Gede dan gunung Gemuruh dan merupakan tempat tumbuhnya bunga yang terkenal yaitu edelweiss jawa atau dikenal juga dengan eternal flower.
Air terjun Cibeureum Selabintana 900m
Berada 2,4km/45menit jalan kaki dari gerbang Selabintana. Tinggi air terjun 53m, membuatnya jadi air terjun yang tertinggi di Taman Nasional Gede-Pangrango.
Sawer Waterfall 1.200m
Berada 2km/20menit jalan kaki dari gerbang Situ Gunung, air terjun ini terbentuk dari aliran sungai besar dan merupakan air terjun yang mempunyai aliran air yang deras dan besar volumenya.
Camping Sites.
Ada dua tempat camping di Taman Nasional yaitu : Areal camping gunung putri dengan kapasitas 100 campers, dan Selabintana camping ground dengan kapasitas 150 campers

Read More...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Pendaki Gunung

Terlihat gagah, berseragam baju lapangan serta membawa tas besar dipunggungnya. Katanya, hanya orang - orang berani yang bisa mengeluti hobby yang satu ini. Hobby yang sangat menantang, karena selain mengandalkan kekuatan phisik, kegiatan satu ini juga sangat membutuhkan kekuatan mental para penggiatnya.

Teringat waktu kecil dulu, betapa senangnya saya ketika diajak Bapak berkunjung ke Cibodas. Bukan karena tempatnya yang dingin dan indah, tapi karena disana pertama kali saya banyak melihat orang - orang menggunakan slayer dan membawa tas besar berlalu lalang sekitar pintu masuk Gunung Gede - Pangrango. Betapa takjubnya saat itu, Sama sekali tidak terbayang, betapa kuatnya mereka, berjalan kaki, sambil membawa beban sebanyak itu, menuju puncak gunung yang terlihat sangat tinggi dan berdiri dengan kokohnya. 

Saat itu terlintas dibenak saya, " ada apa sih di gunung - gunung, sehingga banyak orang yang dengan sengaja, melewati berbagai macam rintangan, jalan menanjak, hutan yang gelap, jurang yang curam, udara dingin, serta apalah itu, rela bersusah payah menuju kepuncaknya. Apa yang menarik dari gunung - gunung ?! ".

Ada yang bilang, dipuncak gunung tumbuh bunga abadi, bunga yang hanya bisa tumbuh dipuncak gunung. Namanya bunga Edelweiss. Tapi saya ragu, apakah hanya karena bunga tersebut banyak orang yang rela "menyiksa" dirinya untuk mencapai puncak gunung?. Lalu ada yang bilang, pemandangan diatas gunung itu sangat luar biasa. Matahari terbit terlihat sangat indah jika kita berada dipuncak gunung. Saya tetap ragu, apakah keindahan matahari terbit lebih indah dari matahari tenggelam yang bisa dilihat dari pinggiran pantai tanpa harus bersusah payah untuk menantapnya.

Bertahun saya cari jawaban atas pertanyaan itu. Berpuluh, mungkin beratus orang saya tenyakan dengan pertanyaan yang sama. Mulai dari orang tua, guru disekolah, kakak pembina pramuka, orang - orang ber-tas besar yang saya temui dimana saja. Namun belum ada jawaban yang dapat memuaskan hati saya. Hingga suatu ketika saya bertemu seorang ber-tas besar yang tinggal tidak jauh dari rumah saya. Saya tanyakan beliau dengan pertanyaan yang sama, namun kali ini saya tidak mendapatkan jawaban seperti sebelum - sebelumnya. Beliau hanya bilang :

 " Kamu akan tahu mengapa banyak orang - orang yang rela bersusah payah menghadapi rintangan dan banyak halangan untuk mencapai puncak gunung jika kamu melakukannya sendiri, karena kamu tak akan tahu betapa nikmatnya rasa sebuah masakan jika kamu tidak melahapnya ".

Hari itu, sebuah pencerahan menghampiri saya. Gunung telah memberi saya sebuah pelajaran besar diumur saya yang relatif muda, saat itu umur saya belum genap 12 tahun.  Hari itu, saya mendapat sebuah jawaban yang sangat memuaskan!.

Dan, satu tahun setelah mendapat jawaban tersebut, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki dipuncak gunung Gede. Setelah melewati jalan setapak menanjak, hujan yang turun tanpa henti sepanjang perjalanan, air mata yang hampir menetes karena lelah yang seakan tak sirna, perasaan menyerah dan berfikir untuk kembali turun yang selalu menggoda, serta banyak lagi perasaan lainnya yang tak bisa saya ungkapkan. Akhirnya saya bisa merasakan apa yang selama ini membuat saya penasaran.

Tapi bukan mencapai puncak, lalu melihat bunga edelweiss dan matahari terbit  yang membuat saya merasa puas dan senang. Ada perasaan lain yang ternyata lebih memuaskan mengisi rongga dada saya. Betapa saya, dengan segala kekurangan dan kelemahan, berbekal tekad, kemauan dan persiapan perbekalan serta latihan phisik 3 bulan sebelum pendakian akhirnya bisa menundukkan hati disepanjang jalur pendakian. Merenung ditengah rimba raya, menikmati rasa takut, mensyukuri ciptaan - Nya, mengambil hikmah dari tiap hembusan nafas yang terengah. Mengambil pelajaran dari tiap langkah kecil yang saya ayunkan.

Dan itu berulang sampai dengan pendakian - pendakian berikutnya.

Hari itu, 22 tahun yang lalu, hari yang sangat berkesan dan sangat menentukan jalan hidup saya. Pertama kali saya dapat memahami arti perjuangan yang sesungguhnya. Banyak pelajaran besar yang saya ambil dari perjalanan kecil tersebut. 

Terima kasih Tuhan atas kesempatannya...
Terima kasih atas alam yang telah Engkau ciptakan...
Terima kasih atas banyak ilmu yang Engkau simpan didalamnya...


Ruang kerja 01.47 BBWI sambil nikmatin merdunya suara Abah Iwan dengan Melati dari Jayagiri'nya..

Read More...
Telepon : 021 749 - 8780. Mobile : 0812 - 1985 - 9687 outbound,penyelenggara outbound,outing,gathering,sarana petualang,arung jeram

Photobucket   

Saung GOA on Facebook
Berbagi di Facebook Bagikan