TELEPON : 021 749-8780. MOBILE : 0812-1985-9687
Tampilkan postingan dengan label kemping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemping. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Kemah Dinas Perindustrian Dan Energi DKI Jakarta

Siapa bilang kegiatan kemping hanya diminati oleh kalangan muda saja, seperti pelajar atau mahasiswa?. Bohong tuh!. Belum lama ini, Dunia Outbound mengadakan kemah bersama dengan tema dan konsep Capacity Building untuk Dinas Perindustrian Dan Enenrgi DKI Jakarta. Gak tanggung - tanggung, kegiatan yang berlangsung selama 2 hari 1 malam ini di adakan di kawasan Dunia Outbound Camp, Kampung Awan - Mega Mendung yang berada diatas ketinggian luar biasa serta track menuju jalan yang sangat menantang!. Berikut kami tampilkan beberapa photo kegitan Kemah Bersama " Capacity Building Dinas Perindustrian dan Enenrgi DKI Jakarta "

Read More...

Minggu, 08 Juli 2012

Camping Yuk!

Kampung Awan View
Jika pada era 80 sampai 90'an kegiatan outdoor seperti camping / kemping / berkemah biasanya hanya diminati oleh kalangan tertentu, yang biasanya memiliki jiwa berpetualang yang besar, saat ini kegiatan - kegiatan tersebut sudah menjadi salah satu alternatif pilihan  yang dilakukan oleh masyarakat umum dalam mengisi waktu senggang, kegiatan kantor atau sekedar refreshing bersama keluarga. Seiring perkembangan minat masyrakat yang semakin membesar terhadap kegiatan tersebut, lokasi - lokasi perkemahan pun ditata sedemikian menarik, ada aula, tenda - tenda kemah yang nyaman, karena didalamnya menggunakan kasur sebagai alasnya, kamar mandi yang bersih, malah ada dibeberapa lokasi perkemahan / camping ground yang yang melengkapi fasilitasnya dengan wifi dan water heater. Tidak kalah dengan hotel - hotel berbintang. Namun satu hal yang pasti dijadikan nilai jual oleh para pengembang perkemahan adalah suasana yang nyaman serta pemandangan yang sangat memanjakan mata.
Kampung Awan adalah pilihan tepat untuk melakukan aktifitas bersama rekan atau keluarga Anda yang ingin kembali ke alam bebas dengan udara yang sejuk dan dingin khas Mega Mendung. Lokasinya sangat strategis karena terletak paling atas di daerah Mega Mendung sehingga kita dapat melihat seluruh kota Bogor dan Ciawi dan juga pemandangan tiga gunung lain, yaitu Gunung Salak, Gunung Gede dan Gunung Pangrango.

Tenda Dome
Comfortable Tent
Pemandangan di sini sangat menakjubkan. Di siang hari, langit biru cerah dengan hiasan gumpalan awan putih saling berkejaran dengan latar belakang Gunung Salak. Udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan dan hamparan pepohanan nan hijau menjadi bonusnya. Jangan lewatkan matahari tenggelam, warna jingga di sela-sela awan Gunung Salak merupakan pemandangan yang sangat syahdu. Mata Anda akan dimajakan dengan warna-warna hijau dari pepohonan sebagai aktivitas penghijauan. Jika cuaca sudah menjelang sore, area ini akan diselimuti kabut dan awan putih yang sangat dekat sehingga seolah dapat Anda genggam saja. Selepas dari beraktivitas, Anda bisa duduk-duduk ditemani matahari tenggelam dan selepas senja pemandangan lampu-lampu dari rumah penduduk sangat indah.

River
Banyak aktifitas outdoor yang dapat dilakukan disini, mulai dari hiking menyusuri hutan disekitar Kampung Awan, atau mengunjungi keindahan Air Terjun yang berada tidak jauh dari lokasi. Selain mengandalkan keindahan dan kelebihan alam sebagai daya tariknya, di Kampung Awan juga tersedia fasilitas kegiatan lainnya, seperti High Rope / Flying Fox, area outbound, dan tentunya Paintball.Jika Anda tertarik ingin mengunjungi lokasi tersebut, untuk mendapatkan informasi tentang lokasi Kampung Awan, silahkan kunjungi Http://www.duniaoutbound.com






Villa Kampung Awan
Bamboo Chair


Fishing Place


Camping Area


Aula


Landscape


Games Area


Camping Area


View Salak Mountain


The Green


Tents


Beautiful Place


Fishing Place


Kampung Awan Villa


Welcome


Relax Area


Balcony
The Tents

Read More...

Kamis, 14 Juli 2011

Genset Mini untuk Camping




Untuk menambah kenyamanan acara outdoor Anda, seperti kemping, outbound atau lainnya. Kami sediakan juga Genset Mini dengan kapasitas sampai dengan 1000 watt sebagai alat penerangan dilokasi kegiatan Anda.

Bentuknya yang kecil serta ringan dibawa, sangat cocok digunakan pada acara jambore, family camp atau kegiatan perkemahan lainnya.

Berbahan bakar premium serta mengandalkan mesin 4 tak yang terkenal irit serta tahan lama, bayangin aja..kapasitas tanki 4, 5 liter premium dapat digunakan selama 10 jam!!irit khan??.

Pokoknya banyak perhitungan yang menguntungkan Anda deh jika menggunakan alat ini. Gak perlu bawa - bawa lentera dan beli minyak tanah yang harganya selangit itu.

Untuk penerangan..oke!, charge HP..bisa!!. Sound system?! boleh dicobaaaa!!. Dijamin mantabz deh!!

Berapa sih sewanya?!...

Rp. 150 000 / hari.
Sudah termasuk 5 buah lampu, panel dan kabel utama.
Belum termasuk bahan bakar loh...

Read More...

Kamis, 27 Januari 2011

Catatan Seorang Demonstran ( Tapi Bukan Punya Soe Hok Gie loh... )

Hmmm....
Nama gue, sebut aja Randy, kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Ambil jurusan yang memang gue cita - citain sejak gue masih di Sekolah Menengah Atas.Selain aktif kuliah, gwe juga aktif di salah satu organisasi kampus. Organisasi besar yang kerap kali juga menelurkan orang - orang hebat dikemudian hari, bokap gwe juga dulu aktif di organisasi tersebut dan sekarang, alhamdulillah, sudah mendapat posisi yang nyaman di pemerintahan.

Cerita tentang bokap gwe, orangnya sangat sederhana. Tidak banyak bicara, hidupnya kebanyakn habis diruang kerjanya, entah apa yang dikerjain. Gwe sendiri sangat jarang bertemu, apalag untuk bercakap - cakap..hmm..dalam sebulan, bisa dihitung pake jari. Tapi, selama menjadi anaknya, gwe tahu bokap adalah sosok manusia yang bertanggung jawab untuk istri dan anak - anaknya.

Kembali ke cerita gwe, semenjak aktif di organisasi tempat gwe bernaung, gwe bener - bener belajar banyak. Belajar tentang artinya hidup, belajar artinya berjuang.

Semestes demi semester gwe lewatin tanpa kendala, seiring berjalannya waktu, gwe mulai dikenal oleh teman - teman sebagai macan kampus!, macan orasi!. Tiap kali organisasi mengadakan demo, gwe'lah orator yang sangat di tunggu - tunggu oleh rekan yang lain. Makin hari, makin banyak orang dan rekan mahasiswa dari kampus lain yang mengenal gwe. Tiap ada kesempatan, tiap ada celah tentang ke tidak adilan di negri ini, kami selalu mengadakan demo. Entah itu hanya segelintir teman - teman satu kampus, atau juga mengadakan demo besar bekerja sama dengan rekan - rekan dari kampus lainnya.

Dan belakangan ini, banyak demo yang gwe lakuin, untuk menggantung para koruptor!. Lintah penghisap darah rakyat.

Hampir setiap hari gwe dan temen - temen berkumpul menyusun pergerakan untuk membawa para lintah tersebut ke balik jeruji, tak peduli dia pengusaha atau pejabat!.

Hampir tiap minggu gwe dan temen - temen mengadakan demonstrasi ke gedung wakil rakyat dan gedung pemerintahan, menekan mereka untung menggantung para koruptor.

Makin hari, nama gwe makin melambung di kalangan demonstran, karena dengan tekanan dari gwe dan temen - temen, akhirnya banyak koruptor yang berujung jadi pesakitan di balik jeruji besi. Kebanggaan menjalar kedalam benak gwe, sedikit demi sedikit membuat gwe menjadi merasa hebat. Dan temen - temen memang menganggap gwe hebat loh...hehehehehhe!.

Orang tua gwe bingung karena aktifitas gwe yang luar biasa sibuk, sampe - sampe gwe jarang banget pulnag kerumah. Lebih banyak bermalam di sekretariat organisasi untuk membahas pergerakan membantai para koruptor.

Hingga suatu ketika, nyokap gwe nelpon dari rumah. Kabarnya datar, tapi bener - bener bikin hati gwe perih luar biasa.

" Bokap gwe di tahan KPK, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi!! ".

*Eh..eh..ini cuma cerita fiktif  yaaa, kalo ada kesamaan nama atau yang lainnya, beneran gak sengaja loh, maaf yaa..."

Read More...

Rabu, 15 September 2010

Ditemukan Mayat Wanita Tanpa Busana di Puncak Gn. Salak

Polisi Sektor Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyelidiki penemuan mayat wanita tanpa identitas di dekat makam di Puncak Manik, Gunung Salak. 

"Kami masih menyelidiki kasus penemuan mayat wanita tanpa busana dan tanpa identitas di Puncak Manik, Gunung Salak," kata Kapolsek Cidahu AK Slamet Irianto, Senin (13/9/2010).Polisi belum bisa memastikan apakah wanita tersebut pendaki atau warga sekitar. Selain itu, polisi masih menyelidiki kematian wanita yang diperkirakan berumur 20 tahun tersebut, apakah ia dibunuh atau meninggal secara normal.
Mayat tersebut saat ini sudah diturunkan dari gunung dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk visum. "Untuk mengetahui penyebab kematian korban, kami melakukan visum terhadap jasad korban," ujarnya.

Informasi yang dihimpun menunjukkan, jasad wanita tersebut ditemukan setelah rombongan pendaki menuruni Gunung Salak. Namun, tepatnya di daerah Puncak Manik, salah seorang pendaki mencium bau busuk yang berasal dari salah satu makam. Setelah para pendaki mencari tahu, ternyata ada mayat wanita tanpa busana di dekat makam. 
Informasi ini juga sempat membuat geger pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Polsek Cidahu, warga setempat, dan para pendaki. Pasalnya, informasi awal menunjukkan bahwa ada empat mayat yang ditemukan di daerah tersebut. Namun, setelah diperiksa dan dicek, ternyata ada satu mayat.
Tokoh pemuda daerah setempat, Dadeng Nahjamudin, menuturkan, informasi penemuan mayat wanita ini sempat membuat geger warga. "Kami sempat panik dan langsung naik ke Gunung Salak. Ternyata setelah diperiksa hanya ada satu mayat. Kami pun ikut dalam evakuasi jasad korban tersebut," tandasnya.

Read More...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Pendaki Gunung

Terlihat gagah, berseragam baju lapangan serta membawa tas besar dipunggungnya. Katanya, hanya orang - orang berani yang bisa mengeluti hobby yang satu ini. Hobby yang sangat menantang, karena selain mengandalkan kekuatan phisik, kegiatan satu ini juga sangat membutuhkan kekuatan mental para penggiatnya.

Teringat waktu kecil dulu, betapa senangnya saya ketika diajak Bapak berkunjung ke Cibodas. Bukan karena tempatnya yang dingin dan indah, tapi karena disana pertama kali saya banyak melihat orang - orang menggunakan slayer dan membawa tas besar berlalu lalang sekitar pintu masuk Gunung Gede - Pangrango. Betapa takjubnya saat itu, Sama sekali tidak terbayang, betapa kuatnya mereka, berjalan kaki, sambil membawa beban sebanyak itu, menuju puncak gunung yang terlihat sangat tinggi dan berdiri dengan kokohnya. 

Saat itu terlintas dibenak saya, " ada apa sih di gunung - gunung, sehingga banyak orang yang dengan sengaja, melewati berbagai macam rintangan, jalan menanjak, hutan yang gelap, jurang yang curam, udara dingin, serta apalah itu, rela bersusah payah menuju kepuncaknya. Apa yang menarik dari gunung - gunung ?! ".

Ada yang bilang, dipuncak gunung tumbuh bunga abadi, bunga yang hanya bisa tumbuh dipuncak gunung. Namanya bunga Edelweiss. Tapi saya ragu, apakah hanya karena bunga tersebut banyak orang yang rela "menyiksa" dirinya untuk mencapai puncak gunung?. Lalu ada yang bilang, pemandangan diatas gunung itu sangat luar biasa. Matahari terbit terlihat sangat indah jika kita berada dipuncak gunung. Saya tetap ragu, apakah keindahan matahari terbit lebih indah dari matahari tenggelam yang bisa dilihat dari pinggiran pantai tanpa harus bersusah payah untuk menantapnya.

Bertahun saya cari jawaban atas pertanyaan itu. Berpuluh, mungkin beratus orang saya tenyakan dengan pertanyaan yang sama. Mulai dari orang tua, guru disekolah, kakak pembina pramuka, orang - orang ber-tas besar yang saya temui dimana saja. Namun belum ada jawaban yang dapat memuaskan hati saya. Hingga suatu ketika saya bertemu seorang ber-tas besar yang tinggal tidak jauh dari rumah saya. Saya tanyakan beliau dengan pertanyaan yang sama, namun kali ini saya tidak mendapatkan jawaban seperti sebelum - sebelumnya. Beliau hanya bilang :

 " Kamu akan tahu mengapa banyak orang - orang yang rela bersusah payah menghadapi rintangan dan banyak halangan untuk mencapai puncak gunung jika kamu melakukannya sendiri, karena kamu tak akan tahu betapa nikmatnya rasa sebuah masakan jika kamu tidak melahapnya ".

Hari itu, sebuah pencerahan menghampiri saya. Gunung telah memberi saya sebuah pelajaran besar diumur saya yang relatif muda, saat itu umur saya belum genap 12 tahun.  Hari itu, saya mendapat sebuah jawaban yang sangat memuaskan!.

Dan, satu tahun setelah mendapat jawaban tersebut, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki dipuncak gunung Gede. Setelah melewati jalan setapak menanjak, hujan yang turun tanpa henti sepanjang perjalanan, air mata yang hampir menetes karena lelah yang seakan tak sirna, perasaan menyerah dan berfikir untuk kembali turun yang selalu menggoda, serta banyak lagi perasaan lainnya yang tak bisa saya ungkapkan. Akhirnya saya bisa merasakan apa yang selama ini membuat saya penasaran.

Tapi bukan mencapai puncak, lalu melihat bunga edelweiss dan matahari terbit  yang membuat saya merasa puas dan senang. Ada perasaan lain yang ternyata lebih memuaskan mengisi rongga dada saya. Betapa saya, dengan segala kekurangan dan kelemahan, berbekal tekad, kemauan dan persiapan perbekalan serta latihan phisik 3 bulan sebelum pendakian akhirnya bisa menundukkan hati disepanjang jalur pendakian. Merenung ditengah rimba raya, menikmati rasa takut, mensyukuri ciptaan - Nya, mengambil hikmah dari tiap hembusan nafas yang terengah. Mengambil pelajaran dari tiap langkah kecil yang saya ayunkan.

Dan itu berulang sampai dengan pendakian - pendakian berikutnya.

Hari itu, 22 tahun yang lalu, hari yang sangat berkesan dan sangat menentukan jalan hidup saya. Pertama kali saya dapat memahami arti perjuangan yang sesungguhnya. Banyak pelajaran besar yang saya ambil dari perjalanan kecil tersebut. 

Terima kasih Tuhan atas kesempatannya...
Terima kasih atas alam yang telah Engkau ciptakan...
Terima kasih atas banyak ilmu yang Engkau simpan didalamnya...


Ruang kerja 01.47 BBWI sambil nikmatin merdunya suara Abah Iwan dengan Melati dari Jayagiri'nya..

Read More...

Kamis, 17 Juni 2010

Simpang Kawah, Cidahu...

Pernah kemping ?
atau naik gunung mungkin?!
Jika pernah, pastinya punya cerita yang cukup mengesankan selama melakukan kegiatan tersebut.
Seperti yang pernah saya alami...
Kejadiannya sudah cukup lama, kira - kira dua belas tahun yang lalu. Saat itu saya dan beberapa kawan sedang melakukan kegiatan alam bebas di Gunung Salak, Sukabumi. Saya berdelapan, masih cukup muda saat itu, sebagian besar dari kami belum pernah naik gunung. Bisa dibilang, yang tahu medan saat itu cuma saya seorang.
Jam 15. 00 WIB, kami mulai pendakian lewat Pintu masuk Kawasan Wana Wisata Cangkuang, Cidahu. Setelah berdoa di Pos Bambu Kuning, perlahan tapi pasti kami mulai menapaki jalan setapak menuju puncak Salak I. Kira - kira dua jam perjalanan, kami putus kan untuk berhenti dan bermalam di kawasan Simpang Kawah ( daerah ini dinamakan Simpang Kawah, karena merupakan persimpangan ke arah Puncak Salak I dan arah Kawah Ratu ). Setelah mendirikan tenda untuk beristirahat, saya putuskan mengambil air dan memasak nasi beserta lauknya untuk makan malam nanti. Saat saya memasak, teman - teman asyik main kartu domino ( gaple' ) ditenda sebelah. Suaranya lumayan gaduh. Menjelang maghrib saya sempat mengingatkan agar jangan terlalu gaduh. Sempat tenang sebentar, selanjutnya mulai terdengar suara berisik lagi.
Saya sendiri cuma bisa mengelus dada sambil sedikit merasakan perasaan was - was.
Tiba - tiba, kompor yang saya gunakan untuk masak, apinya membesar...sangat besar untuk ukuran kompor gas kecil yang saya gunakan saat itu. Benar - benar tidak masuk akal!!. Lebih aneh lagi, ketika tabung gasnya saya cabut dari kompor, api tersebut tidak juga padam, malah semakin membesar. Sedikit panik, saya siram kompor tersebut dengan air yang ada disamping saya. Api tersebut baru padam setelah hampir 1 jerigen air ukuran 5 liter saya habiskan!!.
Keanehan belum berakhir...
Setelah api tersebut padam, salah seorang teman saya berniat mengambil kompor tersebut. Belum sempat dia menyentuh, tiba- tiba dia teriak kesakitan sambil memegangi kupingnya. Kupingnya merah seperti habis dijewer sekencang - kencangnya. Merinding...
Melihat teman saya kesakitan, teman yang lain mencoba mengambil kompor tersebut. Tidak terjadi apa - apa saat dia ambil kompor tersebut. Setelah menyerahkan kompor itu kepada saya, tiba - tiba dia teriak - teriak sambil memegangi mukanya.
Ya Allah..mukanya melar - melar...
Dia terus teriak - teriak sambil memegangi mukanya seperti menahan sakit yang sangat luar biasa. Akhirnya kami putuskan untuk membuat tandu sederhana dan membawanya turun ke pos penjagaan.
Perjalanan menuju Pos Penjagaan bukan hal yang mudah. Bergantian kami mengangkat tandu, melewati jalur gelap dengan penerangan seadanya. Akhirnya sampai juga.

Anda tahu?!
Ada 85 pacet yang menempel dibadan saya saat itu....
mulai dari ujung kaki sampai pangkal leher...


Dedicated to : Yudhi, Theo, Dito, Aji, Arman, Duke...
anak - anak Arum Dallu 2, Sarana Indah Permai - Ciputat

Read More...

Selasa, 04 Mei 2010

Jualan Kaus...

Jualan Kaus..Jualan Kaus..Jualan Kaus...

Bukan sembarangan kaus, tapi kaus yang berhubungan dengan kegiatan outdoor dengan segala aktifitasnya...

Untuk cetakan pertama, kami pilih desain dengan gambar yang cukup mengelitik. Hobby beberapa teman ( mungkin Anda juga pernah mengalami ) yang mengisi kegiatan Kemping dengan hura - hura. Biasanya terjadi saat merayakan pergantian tahun.

Keterangan Produksi :
Bahan dasar Cotton Cardett warna HITAM dengan kombinasi gambar warna Hijau + Putih serta ditambah logo Saung GOA dibelakangnya. Finishing sablon karet dua muka.

Jika tertarik, segera hubungi kami! karena setiap Edisi kami hanya memproduksi 12 buah saja ( Limited Edition ) dengan Ukuran M dan L - All size.

Oh iya, kaus ini kami bandrol dengan harga Rp. 40 000 saja per-buah

Murah bukan ?!


untuk pemesanan, silahkan hubungi kami di beberapa nomor yang tertera diatas atau silahkan datang langsung ke Saung kami...

Read More...

Jumat, 23 Oktober 2009

Keterangan Tenda Dome Citarik

Photobucket

Merupakan jenis tenda yang paling banyak diminati oleh para pengguna. Karena selain ukurannya yang sedang, tenda jenis ini juga sangat mudah dan ringan saat dibawa. Terbuat dari bahan Parachut Nylon dan Fiber Frame sebagai tiang penyangganya, tenda ini dilengkapi Cover Tent atau lapisan luar dari bahan yang sama dan tentunya water proof. Tenda jenis ini juga sudah dilengkapi alas yang terbuat dari Plastik Bagor atau Terpal Plastik.

Kapasitas tenda ini maksimal 4 orang anak - anak atau 3 orang dewasa. Pemasangannya juga sangat mudah sekali, kira – kira 10 menit waktu pendirian / tenda.


Tenda jenis ini paling banyak disewa untuk kegiatan - kegiatan outdoor perusahaan dan lembaga pendidikan.

Harga sewa Rp. 22. 500 /tenda / hari.

Read More...
Telepon : 021 749 - 8780. Mobile : 0812 - 1985 - 9687 outbound,penyelenggara outbound,outing,gathering,sarana petualang,arung jeram

Photobucket   

Saung GOA on Facebook
Berbagi di Facebook Bagikan