TELEPON : 021 749-8780. MOBILE : 0812-1985-9687
Tampilkan postingan dengan label gunung pangrango. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung pangrango. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Camping Yuk!

Kampung Awan View
Jika pada era 80 sampai 90'an kegiatan outdoor seperti camping / kemping / berkemah biasanya hanya diminati oleh kalangan tertentu, yang biasanya memiliki jiwa berpetualang yang besar, saat ini kegiatan - kegiatan tersebut sudah menjadi salah satu alternatif pilihan  yang dilakukan oleh masyarakat umum dalam mengisi waktu senggang, kegiatan kantor atau sekedar refreshing bersama keluarga. Seiring perkembangan minat masyrakat yang semakin membesar terhadap kegiatan tersebut, lokasi - lokasi perkemahan pun ditata sedemikian menarik, ada aula, tenda - tenda kemah yang nyaman, karena didalamnya menggunakan kasur sebagai alasnya, kamar mandi yang bersih, malah ada dibeberapa lokasi perkemahan / camping ground yang yang melengkapi fasilitasnya dengan wifi dan water heater. Tidak kalah dengan hotel - hotel berbintang. Namun satu hal yang pasti dijadikan nilai jual oleh para pengembang perkemahan adalah suasana yang nyaman serta pemandangan yang sangat memanjakan mata.
Kampung Awan adalah pilihan tepat untuk melakukan aktifitas bersama rekan atau keluarga Anda yang ingin kembali ke alam bebas dengan udara yang sejuk dan dingin khas Mega Mendung. Lokasinya sangat strategis karena terletak paling atas di daerah Mega Mendung sehingga kita dapat melihat seluruh kota Bogor dan Ciawi dan juga pemandangan tiga gunung lain, yaitu Gunung Salak, Gunung Gede dan Gunung Pangrango.

Tenda Dome
Comfortable Tent
Pemandangan di sini sangat menakjubkan. Di siang hari, langit biru cerah dengan hiasan gumpalan awan putih saling berkejaran dengan latar belakang Gunung Salak. Udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan dan hamparan pepohanan nan hijau menjadi bonusnya. Jangan lewatkan matahari tenggelam, warna jingga di sela-sela awan Gunung Salak merupakan pemandangan yang sangat syahdu. Mata Anda akan dimajakan dengan warna-warna hijau dari pepohonan sebagai aktivitas penghijauan. Jika cuaca sudah menjelang sore, area ini akan diselimuti kabut dan awan putih yang sangat dekat sehingga seolah dapat Anda genggam saja. Selepas dari beraktivitas, Anda bisa duduk-duduk ditemani matahari tenggelam dan selepas senja pemandangan lampu-lampu dari rumah penduduk sangat indah.

River
Banyak aktifitas outdoor yang dapat dilakukan disini, mulai dari hiking menyusuri hutan disekitar Kampung Awan, atau mengunjungi keindahan Air Terjun yang berada tidak jauh dari lokasi. Selain mengandalkan keindahan dan kelebihan alam sebagai daya tariknya, di Kampung Awan juga tersedia fasilitas kegiatan lainnya, seperti High Rope / Flying Fox, area outbound, dan tentunya Paintball.Jika Anda tertarik ingin mengunjungi lokasi tersebut, untuk mendapatkan informasi tentang lokasi Kampung Awan, silahkan kunjungi Http://www.duniaoutbound.com






Villa Kampung Awan
Bamboo Chair


Fishing Place


Camping Area


Aula


Landscape


Games Area


Camping Area


View Salak Mountain


The Green


Tents


Beautiful Place


Fishing Place


Kampung Awan Villa


Welcome


Relax Area


Balcony
The Tents

Read More...

Senin, 20 September 2010

Ditemukan Mayat Tanpa Identitas Dipuncak Gunung Pangrango

Sesosok jasad laki-laki tanda identitas ditemukan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Cisarua, Kabupaten Bogor. Tim SAR di bawah koordinasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan mengevakuasi jasad korban pada Selasa (21/9/2010).  Kepala Balai Besar TNGGP Sumarto melalui telepon Senin siang mengatakan, jasad tersebut ditemukan salah satu tim SAR-nya pada Minggu lalu. Tim tidak langsung mengevakuasi jasad korban sebab saat itu masih memfokuskan pada kasus pendakian ilegal yang dilakukan dua anggota Mapala UI, Ali Budi dan Rendy. 
Jasad tersebut belum diidentifikasi tim SAR yang menemukannya. Yang dicatat hanyalah lokasi jasad tersebut, yang mengenakan kaus, celanja jins biru, dan bersepatu. Belum bisa dipastikan juga, apakah jasad laki-laki terse but korban pembunuhan. Sore ini akan dibentuk tim yang bertugas untuk mengevakuasinya, bersama polisi dari Polres Bogor.
Sumarto mengatakan, berdasarkan laporan tim SAR yang menemukannya, lokasi temuan jasad korban sekitar satu jam perjalanan dari posko Balaikambang Cisarua, Bogor. Pihaknya berkewajiban untuk mengevakuasi jasad tersebut, karena kemungkinan ada keluarganya yang mencari-cari keberadaan korban. 
"Masih belum jelas, jasad tersebut seorang pendaki atau penduduk setempat. Kalaupun dia ternyata pendaki, pastinya kegiatannya ilegal, sebab tidak ada laporan pendakiannya dan kami juga tidak atau belum mendapat laporan dari warga atau masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya," tutur Sumarto.

Jalur pendakian ekstrem 
Adapun mengenai penanganan kasus Ali Budi dan Rendy, dua anggota Mapala UI yang merepotkan ratusan orang anggota tim SAR pencarinya, Kepala Balai Besar TNGGP Sumarto, mengatakan dalam minggu ini pihaknya akan memanggil dan memeriksa resmi keduanya. Sebab, ada yang dilanggar kedua pencita alam itu, yakni tidak melapor pendakiannya ke petugas Balai Besar TNGGP.  Namun demikian, pemeriksaan terhadap keduanya bukan ditekankan pada penghukuman, tetapi pembinaan untuk lebih menumbuhkan semangat cinta alam di kalangan generasi muda. Ali dan Rendy antara lain diharuskan menjelaskan rinci, bagaimana kondisi alam dan teknik survival keduanya selama pendakian. Dari pemeriksaan awal mereka Minggu lalu, pihak TNGGP menilai dua pendaki Mapala UI tersebut cukup berpengetahun dan berpengalaman dalam pendakian dan petualangan alam. Keduanya, memperaktikan ilmu pendakian yang dikuasainya dan memperoleh ilmu selama pendakian di Gunung Gede Pangrango itu. 
Berkaitan dengan hal itu, Balai Besar TNGGP mempertimbangkan melegalkan jalur-lajur pendakian ekstrem untuk para petualang dan pencita alam sejati yang memang sudah memiliki ilmu, pengetahuan, dan pengalaman cukup dalam mendaki gunung dan menaklukan alam liar. 
"Untuk petualang dan pencinta alam sejati, atau pendaki profesional, seperti para anggota Mapala UI dan Wanadri terlatih, memang jalur-jalur pendakian yang masuk dari pintu Cibodas, Salabintana, dan Gunung Putri (semuanya di Sukabumi), sudah bukan tantangan lagi. Pendaki model itu, membutuhkan jalur-jalur ekstrem, yang perlu kami akomodir," tuturnya. Menurut Sumarto, dari penuturan Ali dan Rendy, selama pendakian keduanya, cuaca di Gunung Gede Pangrango sangat ekstrem, yakni hampir setiap hari hujan, bahkan lebat dan pernah satu hari penuh hujan tidak berhenti. Keduanya juga mendapatkan banyak lokasi jalan setapak atau tanah longsor. 
"Kalau ilmu pendakiannya kurang, keduanya bisa 'lewat', apalagi sempat gantian mengalami hiportemia. Dalam cuaca ekstrem tersebut, keduanya mengaku terus bergerak, jalan terus sampai jauh malam. Bekal minum benar-benar habis pada Minggu sekitar pukul 13.00. Makanan tinggal sedikit. Keduanya baru mendapat minum ketika bertemu petani di ladang sekitar pukul 15.15. Lalu keduanya melanjutkan perjalanan masuk Desa Bojong Murni (Ciawi) dan bertemu warga lainnya dan anggota tim SAR di desa itu," tuturnya.

Read More...
Telepon : 021 749 - 8780. Mobile : 0812 - 1985 - 9687 outbound,penyelenggara outbound,outing,gathering,sarana petualang,arung jeram

Photobucket   

Saung GOA on Facebook
Berbagi di Facebook Bagikan