TELEPON : 021 749-8780. MOBILE : 0812-1985-9687
Tampilkan postingan dengan label alam bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam bebas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Agustus 2010

Tip mendaki gunung

Tip mendaki gunung berikut buat para pendaki pemula. Meski pun buat para pendaki yang sudah terbiasa mendaki gunung tidak ada salahnya untuk mengikuti tip-tip berikut. Inti dari kegiatan pendakian gunung untuk menikmati dan mensukuri keindahan alam tanpa merusak dan menyakiti gunung itu sendiri dan diri sendiri sebagai pendaki. Saya biasa menyebutkan sebagai menikmati tanpa menyakiti.
Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari.Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim.
Lantaran itu, dalam melakukan pendakian gunung, seorang pendaki musti melakukan persiapan yang matang. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan kepuasan diri ini berakibat yang merugikan buat diri pendaki dan alam (lingkungan hidup). Tip-tip mendaki gunung buat pendaki pemula berikut mungkin sedikit membantu persiapan pendakian gunung tersebut.
Tips Mendaki Gunung untuk Pemula.
Untuk mendaki gunung, beberapa hal (tip) yang harus diperhatikan antara lain:
• Perencanaan pendakian
Tip pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang harus dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan izin resmi dari pihak-pihak terkait (termasuk orang tua atau pacar).
• Kesiapan fisik dan mental
Tips selanjutnya adalah mempersiapkan fisik dan mental seperti dengan melakukan olah raga secara rutin.
• Penguasaan medan dan rute
Penguasaan medan dan rute merupakan sebuah hal yang sangat penting. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung harus ada lebih dari satu orang yang benar-benar telah menguasai medan dan hafal rute pendakian.
• Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan
Membawa perlengkapan yang mencukupi merupakan tip selanjutnya. Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya; tas rangsel khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti, senter dan alat penerangan, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi (seperti hape), tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier (tas ransel) hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat ransel digunakan, beban paling berat berada di pundak, bukan di pinggang hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung
Barang-barang bawaan sebelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tip ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.
• Bahan makanan yang mencukupi
Tip membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengkonsumsi minuman beralkohol karena meski pun hangat namun minuman ber-alkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
• Memperoleh izin dan melapor pada Pos Pendakian
Sebelum pendakian dilakukan harus melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
• Tidak merusak alam
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandalism), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss maupun membuang sampah non organik.
Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di Pos Pendakian. Tip ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam; jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan.
Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang puntung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
Dengan melakukan tip-tip mendaki gunung di atas, pendakian yang dilakukan meski pun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat atau pun terkena hipotermia. Karena pada prinsipnya, sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga harus mampu kembali pulang.

Read More...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Pendaki Gunung

Terlihat gagah, berseragam baju lapangan serta membawa tas besar dipunggungnya. Katanya, hanya orang - orang berani yang bisa mengeluti hobby yang satu ini. Hobby yang sangat menantang, karena selain mengandalkan kekuatan phisik, kegiatan satu ini juga sangat membutuhkan kekuatan mental para penggiatnya.

Teringat waktu kecil dulu, betapa senangnya saya ketika diajak Bapak berkunjung ke Cibodas. Bukan karena tempatnya yang dingin dan indah, tapi karena disana pertama kali saya banyak melihat orang - orang menggunakan slayer dan membawa tas besar berlalu lalang sekitar pintu masuk Gunung Gede - Pangrango. Betapa takjubnya saat itu, Sama sekali tidak terbayang, betapa kuatnya mereka, berjalan kaki, sambil membawa beban sebanyak itu, menuju puncak gunung yang terlihat sangat tinggi dan berdiri dengan kokohnya. 

Saat itu terlintas dibenak saya, " ada apa sih di gunung - gunung, sehingga banyak orang yang dengan sengaja, melewati berbagai macam rintangan, jalan menanjak, hutan yang gelap, jurang yang curam, udara dingin, serta apalah itu, rela bersusah payah menuju kepuncaknya. Apa yang menarik dari gunung - gunung ?! ".

Ada yang bilang, dipuncak gunung tumbuh bunga abadi, bunga yang hanya bisa tumbuh dipuncak gunung. Namanya bunga Edelweiss. Tapi saya ragu, apakah hanya karena bunga tersebut banyak orang yang rela "menyiksa" dirinya untuk mencapai puncak gunung?. Lalu ada yang bilang, pemandangan diatas gunung itu sangat luar biasa. Matahari terbit terlihat sangat indah jika kita berada dipuncak gunung. Saya tetap ragu, apakah keindahan matahari terbit lebih indah dari matahari tenggelam yang bisa dilihat dari pinggiran pantai tanpa harus bersusah payah untuk menantapnya.

Bertahun saya cari jawaban atas pertanyaan itu. Berpuluh, mungkin beratus orang saya tenyakan dengan pertanyaan yang sama. Mulai dari orang tua, guru disekolah, kakak pembina pramuka, orang - orang ber-tas besar yang saya temui dimana saja. Namun belum ada jawaban yang dapat memuaskan hati saya. Hingga suatu ketika saya bertemu seorang ber-tas besar yang tinggal tidak jauh dari rumah saya. Saya tanyakan beliau dengan pertanyaan yang sama, namun kali ini saya tidak mendapatkan jawaban seperti sebelum - sebelumnya. Beliau hanya bilang :

 " Kamu akan tahu mengapa banyak orang - orang yang rela bersusah payah menghadapi rintangan dan banyak halangan untuk mencapai puncak gunung jika kamu melakukannya sendiri, karena kamu tak akan tahu betapa nikmatnya rasa sebuah masakan jika kamu tidak melahapnya ".

Hari itu, sebuah pencerahan menghampiri saya. Gunung telah memberi saya sebuah pelajaran besar diumur saya yang relatif muda, saat itu umur saya belum genap 12 tahun.  Hari itu, saya mendapat sebuah jawaban yang sangat memuaskan!.

Dan, satu tahun setelah mendapat jawaban tersebut, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki dipuncak gunung Gede. Setelah melewati jalan setapak menanjak, hujan yang turun tanpa henti sepanjang perjalanan, air mata yang hampir menetes karena lelah yang seakan tak sirna, perasaan menyerah dan berfikir untuk kembali turun yang selalu menggoda, serta banyak lagi perasaan lainnya yang tak bisa saya ungkapkan. Akhirnya saya bisa merasakan apa yang selama ini membuat saya penasaran.

Tapi bukan mencapai puncak, lalu melihat bunga edelweiss dan matahari terbit  yang membuat saya merasa puas dan senang. Ada perasaan lain yang ternyata lebih memuaskan mengisi rongga dada saya. Betapa saya, dengan segala kekurangan dan kelemahan, berbekal tekad, kemauan dan persiapan perbekalan serta latihan phisik 3 bulan sebelum pendakian akhirnya bisa menundukkan hati disepanjang jalur pendakian. Merenung ditengah rimba raya, menikmati rasa takut, mensyukuri ciptaan - Nya, mengambil hikmah dari tiap hembusan nafas yang terengah. Mengambil pelajaran dari tiap langkah kecil yang saya ayunkan.

Dan itu berulang sampai dengan pendakian - pendakian berikutnya.

Hari itu, 22 tahun yang lalu, hari yang sangat berkesan dan sangat menentukan jalan hidup saya. Pertama kali saya dapat memahami arti perjuangan yang sesungguhnya. Banyak pelajaran besar yang saya ambil dari perjalanan kecil tersebut. 

Terima kasih Tuhan atas kesempatannya...
Terima kasih atas alam yang telah Engkau ciptakan...
Terima kasih atas banyak ilmu yang Engkau simpan didalamnya...


Ruang kerja 01.47 BBWI sambil nikmatin merdunya suara Abah Iwan dengan Melati dari Jayagiri'nya..

Read More...

Sabtu, 24 Oktober 2009

Lampu Badai atau Lentera


Lampu Lentera atau kerap kali disebut dengan nama Lampu Badai merupakan salah satu perlengkapan penting dalam kegiatan perkemahan. Keunggulan lampu jenis ini adalah tahan terhadap terpaan angin. Karena konstruksi kaca pelindung api yang dibuat sedemikian rupa, persis seperti lampu Patromax, angin tidak masuk kedalam ruangan pengapian sehingga api akan terus menyala walaupun angin bertiup cukup kencang. Dahulu lampu ini banyak digunakan oleh para pelaut atau nelayan untuk penerangan kapal / perahunya. Dari situlah keluar sebutan Lampu Badai atau Lampu yang tahan terhadap Badai.

Harga sewa Rp. 5 000 / lampu / hari

Read More...

Minggu, 18 Oktober 2009

Rental Alat Kemah

Mengapa Rental Alat Kemah?!. Kalau dipikir - pikir agak sedikit aneh, saat ini ada orang yang berani menggantungkan hidupnya dengan usaha rental peralatan kemah yang mungkin penggemarnya tidak sebanyak rental mobil atau rental lainnya. Berawal dari hobby berkegiatan dialam bebas sejak masih sekolah dasar disertai pengalaman betapa sulitnya mencari " pinjaman " peralatan ketika ingin melakukan kegiatan pendakian, maka pada tahun 2003 akhir saya memberanikan diri membuka sebuah usaha penyewaan peralatan kemah yang berlokasi di Kp. Utan - Ciputat.

Awal berdiri, saya hanya mempunyai 3 buah tenda dome, 5 buah carrier, 5 buah sleeping bag dan beberapa peralatan lain yang jumlahnya tidak lebih dari 10 buah. Mula - mula saya hanya menangani sewa perorangan yang jumlah sewanya rata - rata hanya satu buah per'item saja. Namun sejalan dengan waktu, akhirnya saya memberanikan diri untuk menerima penawaran sewa yang jumlahnya diluar batas barang yang saya punya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya mengajukan kerjasama dengan beberapa usaha sejenis yang kedudukannya diluar Jakarta, seperti Bandung & Bogor. Alhasil, dari beberapa transaksi besar saya mendapat keuntungan yang lumayan dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menjadikan usaha ini sebagai salah satu ladang penghasilan saya.


Sekarang sudah hampir lima tahun berjalan, usaha ini masih tetap stabil bahkan grafik penyewaan semakin meningkat seiring semakin banyaknya orang - orang yang ingin berkegiatan diluar ruangan. Kalau pada awal berdiri, rata - rata penyewa adalah teman - teman pendaki gunung, sekarang saya malah lebih banyak menangani transaksi untuk kegiatan outbound perusahaan, mabim mahasiswa atau kegiatan sekolah, seperti kemah persami dan lainnya. Apalagi sekarang ini sedang digalakanya slogan - slogan Back to Nature atau Go Green seiring dengan issu Global Warming, maka makin banyak saja pihak - pihak yang merasa perlu untuk mengajak anak didiknya atau bawahannya untuk peduli & mengenal lingkungan lebih dekat dengan cara mengadakan kegiatan sekolah atau kantornya dialam bebas.

Read More...
Telepon : 021 749 - 8780. Mobile : 0812 - 1985 - 9687 outbound,penyelenggara outbound,outing,gathering,sarana petualang,arung jeram

Photobucket   

Saung GOA on Facebook
Berbagi di Facebook Bagikan