TELEPON : 021 749-8780. MOBILE : 0812-1985-9687
Tampilkan postingan dengan label camping rent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label camping rent. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Sampah Di Pulau Tidung Yang Eksotik...

Saat belum banyak yang mendatanginya, Tidung bak pulau yang tertata rapih.sampai dengan rumah-rumahnya, tempat - tempat penyewaan sepeda, warung makan,sampai jalan-jalan yang terbuat dari batu-batuan. Kini sampah terlihat di mana-mana dan mencemarkan alam Tidung nan indah

Saat pertama kali menginjakkan kaki ke pulau Tidung,sesaat seperti melihat pulau yang serba tertata rapi komunitasnya. sehingga muncul satu satu kesimpulan yang terlintas di kepala bahwa pulau ini benar-benar original dan jauh dari modernisasi 

Populasi penduduk yang tinggal di pulau Tidung tidak terlalu banyak. hanya terdiri dari beberapa RT dan RW, serta satu sama lain memiliki kekerabatan yang dekat. Rumah-rumah berjajar dengan rapi di sepanjang jalan yang menghubungkan antara rumah satu dengan rumah yang lain, sangat terawat kerapihannya.

Ketika menyusuri pantai-pantai yang ada di sepanjang pulau ini, Anda akan menemiu gugusan panjang pantai di pulau Tidung Besar. Bila  sampai di ujung pulau Tidung Besar maka anda akan melalui jembatan panjang menuju pulau Tidung Kecil. Airnya cantik, bening, sangat tenang, dan hampir tidak ada ombak yang menggulung ke pesisir pantai. Jika melihat kejauhan, tampak seperti melihat kolam renang yang sangat luas, tanpa batas, dengan air yang berwarna biru dan lantai dasar pasir di dalam laut masih terlihat jelas. Pemandangan seperti ini menandakan laut dangkal dan aman untuk main kano ataupun berenang.

Tidak ada resort, bungalow, ataupun pengelola hotel secara khusus di pulau ini. Semua memang di biarkan tampak secara alami dan tanpa buatan. Saat akhir minggu ataupun long weekend, terjadi tumpahan wisatawan yang datang ke pulau Tidung, acara keluarga, acara kantor,gathering, family outing, dan masih banyak lagi kegiatan yang di adakan pelancong di daerah ini.  bahkan, jika sedang ramai-ramainya, jalan setapak yang hanya bisa di lalui satu orang dan satu sepeda bisa terjadi kemacetan bak Jakarta.

Secara positif, pulau ini semakin terkenal ke mancanegara dan makin banyak pelancong yang berminat mengunjungi pulau Tidung. Mereka rela bersusah payah menaiki kapal mesin dari Muara Angke untuk menyebrangi lautan.

Pulau ini memang wisata bahari yang sangat potensial. Namun, ada dampak lain yang terjadi. Semakin banyak pelancong yang datang maka sampah dan puntung rokok bertebaran dimana-mana. Di sebagian pasir pantai yang sepi masih cukup terjaga kebersihannya. Namun, bila anda melihat ke pusat keramaiannya, sampah bekas bungkus makanan, plastik,puntung rokok,kardus bekas dan sampah lainnya tersebar di pelataran pantai.

Ehm........sungguh sangat di sayangkan! Pulau Tidung yang cantik dan alami,sudah mulai tercemar oleh sampah dan kotoran dari orang-orang yang kurang bertanggung jawab, kalau sudah begini, tanggung jawab siapa lagi kalau bukan wisatawan sendiri sebagai pendatang dan penikmat pulau ini. Seiring berjalannya waktu, pencemaran yang tidak terkendali akan berdampak buruk habitat pulau dan air laut pulau tidung. tentunya kita tidak mengharapkan hal yang buruk terjadi pada alam negeri yang indah ini kan...??

Read More...

Jumat, 30 Desember 2011

Fenomena Sambut Tahun Baru 2012

Malam Tahun Baru kemana nih?!...
Hampir setiap hari di minggu terakhir bulan Desember 2011 kita mendengar pertanyaan - pertanyaan seperti itu. Semua orang di pelosok dunia, masing - masing sibuk merencanakan acara untuk menyambut datangnya tahun baru.

Bagi kaum hedon, biasanya mereka mengadakan party atau pesta pesti di hotel mewah atau klub besar. Atau malah, sebagian mengadakannya di pantai wisata dengan suasana pergantian tahun baru dilengkapi dentuman musik dan letusan kembang api di udara. Kemeriahan dan kemewahan sangat terasa dan mengundang decak kagum dari orang - orang yang melihatnya. Namun sering kali meninggalkan perasaan miris, mengingat masih banyak saudara kita yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Bagi statsiun TV, ini adalah momen luar biasa untuk menarik penonton. Masing - masing menampilkan acara spektakuler. Mulai pemutaran film - film bagus, acara musik sampai dengan kuis - kuis yang hadiahnya..ehhhmmm...bikin ngiler yang melihatnya.

Namun tahun ini agak sedikit aneh, suasana tahun baru lebih banyak terfokus pada acara luar ruangan. Ada yang kemping dan bercengkrama bersama keluarga atau teman - teman. Lebih dasyat lagi, Tahun baru kali ini, hampir semua gunung - gunung di pulau Jawa fullbooked!. Kecuali beberapa gunung yang memang dilarang untuk didaki karena memang statusnya dalam kondisi level II seperti Gunung Papandayan di Garut sana.

Sebuah kemajuan luar biasa untuk penggiat kegiatan alam bebas, jika beberapa tahun yang lalu, menyambut tahun baru diadakan dihotel atau dicottage, pesta pora dan menghamburkan banyak uang. Tahun ini, bahwa pemuda - pemudi Indonesia yang "ngeh" akan keindahan alamnya dan bersedia berbagi rasa pada saat pelepasan tahun baru.

Saung GOA Camping Rent mengucapkan,
" Selamat Tahun Baru 2012, semoga ditahun yang akan datang, kita semua memperoleh keberkahan, kesuksesan dan kebahagiaan. Smangat! ".

Read More...

Sabtu, 04 Juni 2011

Iklan Jadul...

Iklan Service Elektronik

Iklan Sanggul

Iklan Balsem Bintang Toedjoe

Iklan Jam Tangan

Iklan Sabun Cuci

Iklan Bumbu

Iklan Jamu

Iklan Margarin
Iklan Balsem Tjap Bintang 7

Iklan Minyak Rambut

Read More...

Minggu, 20 Maret 2011

Pesona Supermoon di berbagai belahan dunia...

'Lunar perigee' atau biasa disebut 'Supermoon' adalah suatu fenomena alam di mana bulan berada pada titik terdekat dengan bumi. Peristiwa langka yang terjadi setiap 18 tahun sekali ini, membuat bulan menjadi tampak lebih gemuk dari biasanya. Berdasarkan data astronomi, pada Sabtu (19/3) pukul 19.10 GMT atau Minggu (20/3) pukul 02.10 WIB, jarak bulan dengan bumi hanya sekitar 356.577 kilometer.

Burung-burung beterbangan dengan latar belakang bulan setengah penuh di langit Alda, Nebraska, Amerika Serikat, Jumat (18/3). Foto: AP Photo 
Fenomena 'supermoon' terlihat di atas pusat perbelanjaan Manchester's Trafford, Inggris, Sabtu (19/3). Foto: AP Photo/ Jon Super 
Fenomena 'supermoon' terlihat di langit Brookfield, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (19/3). Foto: AP Photo/ Morry Gash 
Bulan setengah penuh terlihat di atas gereja St. Isaak di St.Petersburg, Rusia, Jumat (18/3) . Foto: AP Photo/ Dmitry Lovetsky 
Bulan setengah penuh terlihat di atas gereja St. Isaak di St.Petersburg, Rusia, Jumat (18/3). Foto: AP Photo/ Dmitry Lovetsky 
Burung-burung beterbangan dengan latar belakang bulan setengah penuh di langit Alda, Nebraska, Amerika Serikat, Jumat (18/3). Foto: AP Photo 
Sebuah pesawat terbang melintas saat fenomena 'supermoon' terlihat di langit Somerset, Inggris, Sabtu (19/3). Foto: AP Photo/ Morry Gash 
Sejumlah warga berdiri di dekat menara St Michael's di bukit Glastonbury Tor di Inggris, Sabtu (19/3). Foto: AP Photo/ Ben Birchall 
Fenomena 'supermoon' terlihat di atas University of Florida, Amerika Serikat, Sabtu (19/3). Foto: AP Photo/ The Gainesville Sun, Matt Stamey

Read More...

Kamis, 27 Januari 2011

Catatan Seorang Demonstran ( Tapi Bukan Punya Soe Hok Gie loh... )

Hmmm....
Nama gue, sebut aja Randy, kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Ambil jurusan yang memang gue cita - citain sejak gue masih di Sekolah Menengah Atas.Selain aktif kuliah, gwe juga aktif di salah satu organisasi kampus. Organisasi besar yang kerap kali juga menelurkan orang - orang hebat dikemudian hari, bokap gwe juga dulu aktif di organisasi tersebut dan sekarang, alhamdulillah, sudah mendapat posisi yang nyaman di pemerintahan.

Cerita tentang bokap gwe, orangnya sangat sederhana. Tidak banyak bicara, hidupnya kebanyakn habis diruang kerjanya, entah apa yang dikerjain. Gwe sendiri sangat jarang bertemu, apalag untuk bercakap - cakap..hmm..dalam sebulan, bisa dihitung pake jari. Tapi, selama menjadi anaknya, gwe tahu bokap adalah sosok manusia yang bertanggung jawab untuk istri dan anak - anaknya.

Kembali ke cerita gwe, semenjak aktif di organisasi tempat gwe bernaung, gwe bener - bener belajar banyak. Belajar tentang artinya hidup, belajar artinya berjuang.

Semestes demi semester gwe lewatin tanpa kendala, seiring berjalannya waktu, gwe mulai dikenal oleh teman - teman sebagai macan kampus!, macan orasi!. Tiap kali organisasi mengadakan demo, gwe'lah orator yang sangat di tunggu - tunggu oleh rekan yang lain. Makin hari, makin banyak orang dan rekan mahasiswa dari kampus lain yang mengenal gwe. Tiap ada kesempatan, tiap ada celah tentang ke tidak adilan di negri ini, kami selalu mengadakan demo. Entah itu hanya segelintir teman - teman satu kampus, atau juga mengadakan demo besar bekerja sama dengan rekan - rekan dari kampus lainnya.

Dan belakangan ini, banyak demo yang gwe lakuin, untuk menggantung para koruptor!. Lintah penghisap darah rakyat.

Hampir setiap hari gwe dan temen - temen berkumpul menyusun pergerakan untuk membawa para lintah tersebut ke balik jeruji, tak peduli dia pengusaha atau pejabat!.

Hampir tiap minggu gwe dan temen - temen mengadakan demonstrasi ke gedung wakil rakyat dan gedung pemerintahan, menekan mereka untung menggantung para koruptor.

Makin hari, nama gwe makin melambung di kalangan demonstran, karena dengan tekanan dari gwe dan temen - temen, akhirnya banyak koruptor yang berujung jadi pesakitan di balik jeruji besi. Kebanggaan menjalar kedalam benak gwe, sedikit demi sedikit membuat gwe menjadi merasa hebat. Dan temen - temen memang menganggap gwe hebat loh...hehehehehhe!.

Orang tua gwe bingung karena aktifitas gwe yang luar biasa sibuk, sampe - sampe gwe jarang banget pulnag kerumah. Lebih banyak bermalam di sekretariat organisasi untuk membahas pergerakan membantai para koruptor.

Hingga suatu ketika, nyokap gwe nelpon dari rumah. Kabarnya datar, tapi bener - bener bikin hati gwe perih luar biasa.

" Bokap gwe di tahan KPK, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi!! ".

*Eh..eh..ini cuma cerita fiktif  yaaa, kalo ada kesamaan nama atau yang lainnya, beneran gak sengaja loh, maaf yaa..."

Read More...

Selasa, 28 September 2010

Kandang Kambing Paling Mewah Yang Ramah Lingkungan

The hobbiton sudah terkenal seiring dengan meledaknya film The Lord Of The Ring yang sangat terkenal itu. Akan tetapi mungkin masih belum banyak yang tau dimana letak desa hobbiton tersebut. 
Awalnya Matamata adalah desa kecil di New Zealand yang mempunyai udara yang bersih dan pemandangan indah serta tidak terlalu ramai. Akan tetapi situasi berubah sejak desa ini dipilih sebagai tempat syuting rumah dari hobbit dalam film Lord of The Ring!. 
Perusahaan film membuat jalan baru untuk mencapai ke lokasi dan membangun 37 rumah hobbits yang dibangun di sebuah bukit berumput. Gaya rumah yang ramah lingkungan, karena dinding yang terbuat dari tanah dan rumput sebagai atap. Saat film selesai, perusahaan film ingin menghancukan semua rumah-rumah hobbits tersebut agar tidak menganggu habitat alam sekitar. Akan tetapi warga setempat menerima ribuan permintaan dari penggemar untuk tidak melakukannya, sehingga perusahaan film tersebut pun berubah pikiran dan setuju untuk tidak menghancukan rumah-rumah hobbit tersebut. Sekarang, walaupun rumah-rumah hobbit tersebut telah ditinggalkan dan menjadi rumah-rumah domba, akan tetapi desa hobbiton tidak lah sesepi dulu lagi. Desa ini dikunjungi jutaan orang setiap tahun nya untuk melihat rumah-rumah hobbit yang sekarang menjadi rumah-rumah domba.


Read More...

Minggu, 26 September 2010

Gila!! Nenek 77 Tahun Jadi Pelatih Tentara Italia!!

Jangan meremehkan Keiko Wakabayshi, nenek 77 tahun. Tinggi tubuhnya memang tak lebih dari 150 cm, tapi dia orang paling dihormati tentara Italia. Wakabayshi memang bukan sembarang nenek. Dia seorang master jujitsu yang melatih bela diri tentara Italia. Perempuan berjuluk Samurai Grannyatau Nenek Samurai itu melatih calon-calon tentara dalam pertempuran satu lawan satu. Tubuh Nenek Wakabayshi terlihat mungil dibandingkan dengan anak-anak didiknya yang kebanyakan tingginya lebih dari 180 cm. Namun pensiunan itu menguasai jujitsu, kenjitsu, judo, kendo, dan karate.Dengan sederet ilmu bela diri itu, setiap hari Nenek Samurai dengan mudah membanting puluhan tentara di brigade Folgore di barak mereka di Livorno. Setiap tentara di Brigade Folgore pernah menjadi ‘korban’ si nenek super ini. Kalau saja pertarungan mereka bukan latihan, tentu mereka bakal malu setengah mati. Maklum, Brigade Folgore dikenal karena keberaniannya di Afrika Utara pada Perang Dunia II. 
Perempuan Jepang yang kini tinggal di Italia itu selalu mengajarkan pada murid-muridnya bahwa tak ada sesuatu yang mustahil. Setelah berhasil menjatuhkan tentara bertubuh besar dia biasa bilang, “Jangan mengira yang seperti tadi (menjatuhkan lawan lebih besar) sesuatu yang mustahil. Fisik bukanlah masalah”. Keiko tidak hanya mengajarkan teori karena baginya sparring adalah cara terbaik untuk mengetahui bagaimana cara bertarung. Keiko ‘terpaksa’ harus menghajar semua muridnya satu per satu sampai mereka dapat menemukan cara untuk membalas serangan dan menguasai tekhnik yang dia miliki.

Berlatih tanding dianggap sebagai metode paling efektif untuk mengajarkan bela diri. Para pejabat senior militer berharap pengalaman dipermalukan seorang perempuan tua akan menjadikan tentaranya tangguh. Nenek Wakabayshi memang keturunan pendekar samurai. 
“ Pendekar Ueshiba Kissomaru yang mengajari saya banyak hal,” ujarnya. Wakabayshi juga dikenal punya hati baja. Setelah selamat dari hujan bom Sekutu pada Perang Dunia II, perempuan ini belajar aikido. Berangkat dari sana, dia menjajal berbagai jenis ilmu bela diri lain.Di tangan perempuan yang sekilas tampak tak berdaya itu, ketangguhan fisik dan hasil latihan para tentara seakan tak ada gunanya. Mereka seperti lembaran daun yang dengan mudah dibanting.

Read More...

Rabu, 22 September 2010

Bra Paling Unik Sepanjang Zaman!!

Percaya atau engga, dimana - mana yang namanya orang kreatif pasti ada aja ide - ide gila yang bikin orang lain berdecak kagum. Bukan cuma ide - ide biasa, kadang malah ide konyol yang bikin kita terbelalak. Dari hal besar sampai dengan hal kecil yang kadang malah kita gak pernah perhatiin. Contohnya adalah, bagaimana orang - orang kreatif dibawah ini memnafaatkan salah satu bagian tubuhnya untuk disulap menjadi sesuatu yang mencengangkan.


Cekidot deh!
Bra paling Unik sepanjang zaman...
Batmaaaaaan...
Peace, Love and Gauuuuul...
Super Bulu....
Love Smile
Megatron

Siapa Mau coba ?! Syaratnya harus mempunyai bulu badan yang lebat...

Read More...

Kamis, 29 Juli 2010

Semeru Surga Pendaki...

Gunung Semeru ( 3.676 m) merupakan gunung yang tertinggi di Pulau Jawa dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m), Gn. Batok (2.470m), Gn.Kursi (2,581m), Gn.Watangan (2.662m), dan Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau: Ranu Pane, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru masuk dalam 4 (empat) wilayah administrative Kabupaten, yaitu Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Malang dan Kab. Lumajang. Kawasan ini banyak dikenal oleh wisatawan asing maupun do­mestik, terutama kawasan Gn. Bromo.

Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominasi oleh pohon cemara, akasia, pinus, alang-alang, dan Edelwiss putih. Edelwiss banyak terdapat di lereng-lereng disepanjang Jalur Pendakian Gn. Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek. Konon satwa yang masih bisa dijumpai di kawasan ini termasuk: Macan Kumbang, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Untuk menuju gunung yang tertinggi di Pulau Jawa ini jalur terpopuler adalah lewat Jalur Ranu Pane dan paling mudah dicapai adalah dari arah Malang dengan naik Colt jurusan Tumpang, kemudian menuju desa Ranupane (2.200 m) dengan melewati desa Gubug Klakah (1.100 m) dan Ngadas (2.000 m) dengan Truk atau Jeep. Desa Ranu Pane (2.100 m) adalah desa terakhir dan tempat pemeriksaan serta pos untuk melapor bagi para pendaki untuk naik, dan juga terdapat pondok pendaki untuk bermalam dan beristirahat. Ranu Pane perkampungan kecil, dng mayoritas pekerjaan penduduknya bertani sayur-sayuran. Selain terdapat Ranu Pane (ranu = danau), disebelahnya terdapat ranu yang bernama Ranu Regulo.

Perijinan

Ijin dari lembaga terkait harus dikantongi bila ingin mendaki Gn. Semeru. Ijin Pendakian bisa diperoleh langsung pada saat pendakian di: Kantor BKSDA Jl. Jendral A. Yani, kotak pos 54 Malang Telp. (0431) 491828. Tempatnya persis di sebelah Terminal Arjosari - Malang. Tidak ada persyaratan khusus selain copy Kartu Identitas (KTP, SIM, Kartu Pelajar, dll), tapi lebih baik melampirkan Surat Pengantar / Surat Jalan dari organisasi/institusi/klub ybs. Bagi yg belum berumur 17 tahun melampirkan Surat Ijin dari Orang Tua / Wali. Peraturan pendakian juga tidak seketat Taman Nasional Gede – Pangrango (TNGP), tapi tetep harus Keep Save, Keep Clean & Keep Green yah……!!!

Menuju Ranu Pane

Untuk menuju Base Camp Ranu Pane (2.200 mdpl), muaranya adalah di Kota Surabaya dan Kota Malang di Jawa Timur. Bila dari Jakarta, Bandung atau kota-kota lain di Jawa Barat – Banten atau Jawa Tengah bisa ditempuh dng Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) jurusan Surabaya. Dari Terminal Bungur Asih – Surabaya, diteruskan dng bus ke Terminal Arjosari – Kota Malang (sekitar 3 – 4 jam perjalanan). Bila menggunakan moda angkutan Kereta Api bisa langsung naik Kereta Ekonomi jurusan Jakarta – Malang yg melewati Yogyakarta, atau bisa juga naik kreta api ke Surabaya kemudian naik bus ke Malang. Bila menggunakan Angkutan Udara melalui Bandar Udara Juanda - Surabaya, diteruskan menuju Terminal Bus Bungur Asih – Surabaya, kemudian ke Malang naik bus. Waktu yg ideal untuk sampai di Malang adalah pagi hari dan bukan pada saat hari libur, sehingga bisa langsung mengurus perijinan dan sebelum tengah hari sudah bisa melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pane. Pengurusan Ijin Pendakian bisa dilakukan langsung setelah sampai di Terminal Arjosari – Malang, Kantor BKSDA yg terletak di sebelah terminal. Menurut Wikipedia, ijin juga bisa di urus di Desa Gubuk Klakah (* perlu keterangan lebih lanjut).

Dari Terminal Arjosari – Malang, perjalanan dilanjutkan dng kendaraan umum menuju Tumpang (dng colt yg biasanya berwarna putih) ditempuh sekitar 45 menit. Dari Tumpang perjalanan dilanjutkan dng menumpang Jeep / Hardtop (disana biasa disebut Ranger) atau Truk Sayuran. Tarif bervariasi tergantung jumlah penumpang dan waktu perjalanan (semakin malam semakin mahal). Biasanya Ranger dijejali sekitar 20an penumpang bersama dng carrier masing-masing dng dikenai biaya antara Rp 10.000 – Rp 25.000 (tergantung jumlah penumpang – sistem carter). Dengan Jeep yg terbuka di bagian belakang, boro-boro bisa duduk, dng berdiri berjejalan satu sama lain dan dengan kondisi jalan sempit  yang berkelok-kelok di punggungan bukit plus sopir yg ga kenal kata “pelan” sudah mampu memompa andrenalin dan menjadi “pemanasan” sebelum pendakian dimulai.

Dari Tumpang melewati Desa Gubug Klakah menuju Basecamp Ranu Pane bisa memakan waktu 2 jam lebih tergantung kondisi jalan becek atau tidak.

Sesampai di Ranu Pane kita langsung menuju Pos Pemeriksaan untuk melapor. Tenda dikenai biaya Rp 20.000 / tenda, sementara kamera Rp 5.000 / kamera. Disini terdapat warung makan dan Pondok Penginapan. Di Ranu Pane kita jg bisa mencari Porter (warga lokal yg membantu mengangkut barang dan memasak, biasanya sekaligus sbg penunjuk jalan) bila diperlukan. Karena biasanya kita sampai di Basecamp Ranu Pane sore hari maka kita bermalam disini sebelum memulai pendakian esok harinya.

Selain melalui Kota Malang, Basecamp Ranu Pane jg bisa dicapai melalui Kota Lumajang (dr selatan), dng rute: Lumajang – Senduro – Burno – Ranu Pane yg memakan waktu 4 – 5 jam.

Pendakian Hari Ke-1: Menuju Ranu Kumbolo

Pendakian yang ideal menuju Puncak Mahameru (dan kembali lagi ke Basecamp Ranu Pane tentu saja) adalah 4 hari. Hari ke-1: Ranu Pane – Ranu Kumbolo, Hari ke-2: Ranu Kumbolo – Kalimati (atau Arcapada / Arcopodo), Hari ke-3: ke Puncak Mahameru – kembali ke Ranu Kumbolo, dan Hari ke-4: Ranu Kumbolo – Ranu Pane.

Catatan:

Pendakian Gn. Semeru termasuk Klas Ekspedisi dng waktu tempuh lebih dari 2 hari, sehingga diasumsikan dan diharapkan sebelum berpikir untuk mendakinya sang pendaki seharusnya sudah biasa mendaki gunung-gunung Klas “Week-End Warrior” alias yg bisa didaki di akhir pekan saja (2 hari pendakian). Misal: Gn. Lawu di perbatasan Jatim – Jateng, Gn. Merapi – Merbabu, Gn. Sindoro – Sumbing di Jateng, Gn. Gede – Pangrango dan Ciremai di Jabar, atau Gn. Baukaraeng di Sulawesi, Gn Marapi dan Dempo di Sumatera, dll. Lebih bagus lagi kalau sebelumnya mendaki Gn. Slamet (3.400 meter diatas permukaan laut/mdpl) di Purwokerto – Jawa Tengah yg merupakan Puncak Tertinggi ke- 2 di Pulau Jawa.

Dari Ranu Pane berjalan menyusuri jalan desa melewati ladang penduduk. Sesampainya di Gapura Selamat Datang, kita berbelok ke kiri ke arah perbukitan. Sedangkan jalanan desa yg lebar lurus menuju perladangan dan perkebunan sayur penduduk. Jalur pendakian termasuk landai melingkari perbukitan, tanjakan jarang dan tidak curam. Sebagian kondisi jalur di lereng bukit dng tebing di salah satu sisi dan jurang dangkal di sisi yg lain. Dibeberapa tempat kita harus melalui pohon-pohon yg tumbang dan menunduk melewati semak-semak yg menyerupai gua di atas kepala kita. Di beberapa bagian jalur pendakian terlihat alang-alang dan Edelweiss. Meskipun tidak ada penunjuk arah, tetapi jalur sangat jelas dan tdk bercabang-cabang serta ada patok-patok penanda jarak.

Secara umum perjalanan sungguh sangat menyenangkan. Semangat masih tinggi, tenaga masih penuh, logistic masih full, dan jalur pendakian tdk menyusahkan. Sungguh awal yg bagus setelah perjalanan yg cukup melelahkan dng kendaraan umum sampai ke Ranu Pane. Setelah sekitar 2 jam perjalanan, maka sampailah kita di kawasan Watu Rejeng. Jalur pendakian masih tetap sama, cukup landai dan teduh. Hanya sudut pandangan terbatas, karena kita berada di lembah atau lereng perbukitan.

Dari Watu Rejeng ke Ranu Kumbolo bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam jg. Kondisi jalur masih sama, hanya menjelang bukit terakhir sebelum tikungan ke arah Ranu Kumbolo, jalur menanjak lumayan tajam. Pada akhir tanjakan barulah kita mendapatkan pemandangan yg cukup luas. Yang paling menarik tentu saja kearah kanan dimana danau luas dan tenang terhampar kebiru-biruan membuat terpesona siapa saja yg melihatnya. Itulah Ranu Kumbolo, danau di antah berantah yg dirindukan para pendaki gunung di seluruh negeri. Bagi yg belum melihatnya terbayangkan segala cerita indah tentangnya serta misteri yg kadang dihembus-hembuskan. Bagi yg pernah kesana, terbayang indahnya pemandangan serta sejuk airnya yg menyegarkan, membangkitkan gairah pendakian yg mulai menurun.

Dari tikungan menuju Pos Ranu Kumbolo sebetulnya tidaklah dekat, konon luas Ranu Kumbolo 14 ha. Meskipun jelas terlihat, namun dng menyusuri pinggiran ranu Pos Pendakian Ranu Kumbolo ditempuh sekitar 30 menit. Di tempat ini kita bisa menjumpai Pondok Pendakian yg cukup tertutup dan enak untuk beristirahat dan berlindung dari hawa dingin dan angin, tapi diwaktu-waktu tertentu (terutama malam tahun baru dan 17 an) pos ini sdh pasti penuh pendaki. Tetapi jangan khawatir, karena tempat ini datar dan luas sehingga sangat mudah mendirikan tenda.

Total perdakian dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo sekitar 4 jam. Bila berangkat pagi hari dari Ranu Pane sekitar tengah hari sudah sampai di Ranu Kumbolo (2.400 mdpl). Beberapa rombongan (yg kuat) setelah beristirahat secukupnya langsung melanjutkan perjalanan menuju Pos Kalimati (2.700 mdpl). Perjalanan Ranu Kumbolo ke Kalimati memakan waktu sekitar 4 jam jg. Tapi… tunggu dulu…..!!!

Kenapa coba kita tergesa-gesa meninggalkan Ranu Kumbolo yg indah ini? Ada pepatah: “Life is a journey, not a destination” brothers… and sisters ….., “Hidup ini sebuah perjalanan, bukan sebuah tujuan”. Nah tapi kata iklan BMW: “Apa gunanya menyatakan hidup ini sebagai sebuah perjalanan, kalau kita tidak mau berhenti sejenak untuk menikmati indahnya perjalanan itu?”

Trus apa hubungannya sama pendakian kita? Nah, bukankah lebih nikmat kalau kita tdk tergesa-gesa “hanya” untuk mengejar “puncak”?

Kalau Orang Jawa bilang: “Urip kuwi mung mampir ngombe” (Hidup ini ibarat orang mampir minum). Tapi bukankah lebih nikmat kalau kita mampir minumnya itu minum kopi susu – bkn sekedar mampir minum air putih? Atau yg suka jahe mampir minumnya susu jahe? Kenapa coba sudah jauh-jauh datang ke Gn. Semeru, menempuh ratusan bahkan ribuan kilo kalau tdk kita nikmati perjalanannya? Kalau alasannya waktu yg mepet, yah… tolong deh kalau niat ke Gn. Semeru pas punya waktu yg bener-bener cukup yah… biar ga nyesel.

Kembali ke………. Jalur Pendakian.

Bila sampai di Ranu Kumbolo sekitar tengah hari, maka kita punya banyak waktu untuk mendirikan tenda dan kegiatan – kegiatan menyenangkan lainnya. Karena di pinggiran Ranu Kumbolo ini tempatnya luas dan datar, maka dng leluasa kita bisa memilih tempat untuk mendirikan tenda. Jangan lupa membawa kail dan senar pancing, joran bisa kita pakai dahan-dahan pohon yg banyak berjatuhan di lokasi. Lokasi memancing yg biasa digunakan hutan disebelah timur ranu, tapi mohon berhati-hati karena tempat ini biasa digunakan untuk buang hajat. Kalau tdk hati-hati bisa-bisa menginjak “ranjau darat”. Memang tdk mudah mendapatkan ikan disini, tapi bagi yg hobi mancing… wah… bisa-bisa jd males ke puncak. Berenang di ranu tentu saja mengasikkan jg. Tapi kalau mandi dan berkegiatan disini dihimbau untuk tdk memakai odol, sabun mandi, sabun cuci, dan bahan-bahan berdetergent lainnya agar tdk membikin polusi ranu.

Tapi ada sesuatu yg penting dibalik istirahatnya kita seharian di Ranu Kumbolo, yaitu Aklimatisasi alias menyesuaikan diri dng ketinggian. Mountain Sickness bisa sj mulai menampakkan gejala-gejalanya ketinggian spt ini, apalagi bagi kita-kita yg biasa hidup di lembah atau kota-kota dekat pantai yg notabene berketinggian hampir 0 meter di atas permukaan laut. Udara yg kadar oksigennya semakin naik semakin berkurang ditambah dinginnya tentu sangat berbeda dibandingkan tempat tinggal kita. Disinilah aklimatisasi diperlukan tubuh kita untuk bekerja ‘normal’.

Pendakian Hari Ke-2: Menuju Arcopodo

Setelah puas menikmati suasana Ranu Kumbolo, di hari kedua siap-siap melakukan pendakian yang cukup panjang. Jangan lupa mengisi cadangan air secukupnya. Bila bangun pagi-pagi di Ranu Kumbolo bisa melihat Sunrise mengintip diantara dua bukit di seberang ranu. Pendakian dimulai di pagi hari. Tantangan pertama langsung berada didepan mata: Tanjakan Cinta. Sebuah tanjakan tajam kurang lebih bersudut 60 derajat menanti siapa saja yang mau kepuncak. Tanjakan ini cukup panjang, hanya segelintir orang yang bertekad kuat yang bisa melaluinya tanpa berhenti dari bawah ke atas. Nah mungkin karena itu juga ada kepercayaan bahwa siapa saja yang sedang melakukan pendekatan terhadap lawan jenis dan memohon keberhasilan di tanjakan ini, serta mampu melalui tanjakan ini tanpa berhenti dan tanpa menengok ke belakang, maka cintanya akan dikabulkan. Itulah sebabnya tanjakan ini disebut Tanjakan Cinta. Hayo siapa yang mau coba?

Setelah berhasil sampai diatas, bolehlah kita mengambil napas dalam-dalam dan beristirahat sambil menikmati pemandangan indah Ranu Kumbolo dibelakang. Dari sini jalur menurun dan memasuki padang rumput yang disebut Oro-Oro Ombo, yang kurang lebih artinya = Padang yang Luas.

Karena masih pagi, maka tidak masalah berjalan di padang ini. Panas matahari belum terlalu menyengat. Bahkan bila sempat berphoto disini akan menghasilkan gambar-gambar yang khas Gn. Semeru. Tak berapa lama kita akan memasuki hutan, kemudian berbelok ke kanan kearah padang Edelweiss. Kemudian kita akan masuk ke Cemoro Kandang. Tentu saja disini hutannya berupa pohon-pohon Cemara. Dari sini Puncak Mahameru, atap P. Jawa kelihatan di kejauhan. Kepundan Gn. Semeru yang terus aktif tampak memuntahkan abu volkanik ke udara setiap 15 – 30 menit sekali.

Sungguh pemandangan yang sangat langka dan mengagumkan. Mungkin diseluruh permukaan Bumi ini hanya disinilah kita bisa menyaksikan fenonema seperti ini. Pemandangan ini memacu semangat untuk mempercepat langkah menuju puncak.

Berbelok kekiri kita akan memasuki wilayah Kalimati. Disini terdapat shelter pendakian. Total perjalanan Ranu Kumbolo – Kalimati sekitar 4 jam. Biasanya para pendaki menggunakan Pos Kalimati sebagai Flying Camp kedua sebelum ke puncak. Tetapi bagi yang cukup kuat dianjurkan untuk meneruskan perjalanan menuju kawasan Arcopodo, sekitar 1 - 2 jam perjalanan dari Kalimati, untuk memperpendek jarak ke puncak esok harinya.

Bila jalur pendakian dari ranu Kumbolo menuju Kalimati relative masih datar memutari bukit-bukit, maka dari Kalimati menuju Arcopodo dimulailah “pendakian yng sebenarnya”. Jalur menanjak cukup tajam. Melintasi punggungan-punggungan bukit kita berada ditengah hutan yang cukup rimbun.

Sesampainya di Arcopodo, ada beberapa tempat datar yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Disini bisa dijumpai marmer-marmer peringatan bagi pendaki-pendaki yang gugur dalam usahanya merayapi puncak Gn. Semeru. Plakat-plakat ini seolah-olah memberi gambaran betapa mendaki atap P. Jawa ini bukanlah kegiatan iseng belaka. Bahkan orang-orang yang cukup pengalaman dan siap sekalipun bila tidak berhati-hati dan bijak, bisa jadi korbannya. Mungkin karena letaknya yang sudah cukup tinggi, maka suhu disini cukup dingin. Selepas tengah malam bisa mencapai 5 – 10 derajat Celcius. Mungkin karena hal ini banyak korban meninggal didaerah ini. Arcopodo terletak 2.900 mdpl. Lagipula Mountain Sickness kemungkinan sudah menyerang di ketinggian ini.

Yang perlu diperhatikan dalam mendirikan tenda disini adalah tanah yang cukup labil. Carilah tempat yang tanahnya keras untuk mendirikan tenda untuk menghindari longsor.

Pendakian Hari Ke-3: Menuju Puncak dan Kembali ke Ranu Kumbolo

Bila nge-camp di Kalimati seharusnya kita berangkat pagi-pagi sekali menuju puncak. Pendakian dari Kalimati ke puncak bisa memakan waktu 3 – 5 jam. Sunrise bisa dinikmati disekitar Arcopodo.

Bila nge-camp di Arcopodo, maka perjalanan ke puncak lebih ringan. Bila berangkat subuh, Sunrise kemungkinan bisa dinikmati di Puncak Mahameru, sungguh mengagumkan. Ada keuntungan lain berangkat subuh, yaitu jalur pendakian di kendit selepas Plawangan lebih mudah dilalui, karena pasir kerikil dan debu volkanik yang dilalui masih cukup basah dan padat. Hanya tentu saja perlu disiapkan baju hangat yg cukup karena suhu dipuncak tentu saja bisa dibawah 10 derajat Celcius, Bbrrrrrrrrrrrrrrrrrr.

Yang enak tentu saja Summit Attack dengan beban seperlunya: daypack kecil + kamera + minum + makanan seperlunya. Melewati hutan perdu Arcopodo kita akan naik ke perbatasan hutan – kendit (daerah berbatu dan pasir volkanik). Di Plawangan kita akan melihat 2 buah pohon cemara, sehingga tempat ini dinamakan Cemoro Kembar. Dari sini jalur pendakian berpasir dan kerikil. Ga perlu ragu2 merangkak kalo perlu… ahahahahahha… emang kemiringannya lumayan terjal. Setelah berkutat dengan jalur berpasir, sedikit membelok ke kanan di ujung tanjakan kita akan sampai ke atap Pulau Jawa, Puncak Mahameru. Luegaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……

Takjub tentu saja melihat hamparan kawasan puncak yang menjulang diatas awan. Sayup-sayup dikejauhan Gn. Bromo yang eksotik tampak mengepulkan asap. Pegunungan disekitarnya memancarkan pesona kahyangan. Konon inilah penggalan Puncak Nirwana – Puncak gunung di kahyangan yang dibawa dewa-dewa ke bumi untuk mencegah Pulau Jawa hanyut terapung di laut.

Tiba-tiba, Jegerrrrrrrrrrrrrrr………. Di sebelah kanan puncak, Kawah Jonggring Saloko memuntahkan debu dan material volkanik sekitar 100 meter ke udara. Hah…………. Bikin kaget saja….

Letusan Kawah Jonggring Saloko yang berinterval 15 – 30 menit sekali secara terus menerus memang merupakan fenonema unik Gn Semeru. Mungkin ini satu-satunya di seluruh permukaan Planet Bumi ini. Jangan lupa berpose photo dengan latar Letusan ini, asal sabar pasti hasilnya memuaskan.

Selain hamparan luas lapangan berpasir dipuncak, kita juga disambut beberapa plakat peringatan para pendaki yang gugur disini, yang terkenal tentu saja plakat Soe Hok Gie.

Yang perlu diperhatikan di kawasan puncak selain udara dingin adalah arah angin, bila angin bertiup dari arah Kawah Jonggring Saloko ke puncak, lebih baik menyingkir karena berbahaya. Zat-zat beracun dan berbahaya terbawa letusan dan bisa mengakibatkan kejadian fatal.

Berada di ketinggian 3.760 meter diatas permukaan laut tentu merupakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Ditambah perjuangan selama 3 hari mengayunkan kaki – kaki kecil kita, tentu menimbulkan kepuasan dan kebanggaan yang tak terkira. Duduk di Atap Pulau Jawa sambil minum (dan atau merokok) serta berbincang-bincang dengan teman seperjalanan bisa membuat segalanya menggembirakan. Berpuas-puas diri sambil berphoto-photo adalah moment yang wajib dilakukan. Hah……………… ok…. Setelah cukup marilah kita turun lagi. Wuah….. setelah meluruskan badan dan meregangkan otot (ada yang menikmati hisapan terakhir rokoknya), kita melangkah turun. Karena sudah terkena sinar matahari, maka jalur menjadi lunak dan berdebu. Hati-hati saja jangan sampai batu yang berguguran menimpa teman yang dibawah.

Melewati Cemoro Kembar, segera kita masuk ke hutan lagi. Sinar mentari menerobos daun-daun. Sampai di Arcopodo kita berbenah. Membereskan tenda dan peralatan lainnya. Perjalanan Arcopodo – Kalimati sekitar 45 menit – 1 jam. Kemudian kita berbelok ke kanan melalui shelter pendakian menuju Cemoro Kandang. Dari sini kita akan melalui hutan dan kemudian kembali ke padang rumput Oro-Oro Ombo. Bila cuaca mendukung, sebelum gelap kita sudah berada di Ranu Kumbolo kembali. Beristirahat semalam disini, layak kita nikmati setelah ke Puncak Mahameru.

Pendakian Hari Ke-4: Kembali ke Ranu Pane

Perjalanan kembali ke Ranu Pane tidaklah sukar, meskipun tentu saja ini yang terpenting dari semua etapenya. Hahahhahah….. kan semua pengin perjalanan lancar dan selamat kembali ke basecamp dan rumah. Rute menuju Ranu Kumbolo dari Ranu Pane dan sebaliknya mempunyai kesulitan yang sama. Jadi total perjalanan kembali ke Ranu Pane juga sekitar 4 jam. Meskipun kaki sudah lelah tapi karena tidak banyak tanjakan yang tajam, jadi perjalanan aman-aman saja.

Berikut ringkasan Rute Perjalanan Jalur Ranu Pane:

   1. Lewat Malang
      1 Malang - Tumpang <18 km> 45 mnt
      2 Tumpang - Gubugklakah <12 km>  60 mnt
      3 Gubugklakah - Ranu Pani / Base Camp (2.200 M) <17 km> 90 mnt
      4 Ranu Pani - Watu Rejeng <7 km> 2 jam
      5 Watu Rejeng - Ranu kumbolo (2.400 M) <6 km> 2 jam
      6 Ranu Kumbolo - Oro oro Ombo 1 jam
      7 Oro-oro Ombo - Cemoro Kandang 75 mnt
      8 Cemoro Kandang - Kalimati (2.700 M) 75 mnt
      9 Kalimati - Arcopodo (2.900 M) <1 km> 90 mnt
      10 Arcopodo - Puncak Mahameru (3.676 M) <1,32 km> 3 jam

   2. Lewat Lumajang
      1 Lumajang - Senduro <25 km> 1 jam
      2 Senduro - Burno <14 km> 50 mnt
      3 Burno - Ranu Pane <29 km> 3 jam
      4 Ranu Pani - Watu Rejeng
      5 Watu Rejeng - Ranu Kumbolo
      6 Ranu Kumbolo - Kalimati <11,5 km> 4 jam
      7 Kalimati - Arcopodo
      8 Arcopodo - Puncak Mahameru

Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gn. Semeru juga merupakan salah satu Gunung Api yang terindah di Indonesia. Bersama Gn. Bromo dan Gn. Tengger, namanya sudah mendunia. Selain itu ini salah satu gunung yang mempunyai danau di Jalur Pendakiannya sehingga menambah keindahan dan daya tariknya. Tak bisa dipungkiri Gn. Semeru merupakan magnet yang sangat kuat bagi para Pendaki Gunung, Petualang, Penikmat Alam dan juga Ilmuwan.

Tetapi karena Gn. Semeru merupakan “Free Standing Mountain” alias berdiri sendiri tanpa ada gunung lain yang hampir sama ketinggiannya di dekatnya (bandingkan dengan Merapi – Merbabu, Sindoro – Sumbing, Gede – Pangrango, Arjuno – Welirang), maka Gn. Semeru “menerima langsung” hembusan angin dari segala arah. Hal ini kemungkinan mengakibatkan cuaca yang gampang berubah dan susah diprediksi. Kecepatan angin yang tinggi bila dikombinasikan dengan hujan lebat bisa membentuk badai yang membahayakan pendakian. Tak heran suhu yang dingin yang diwaktu-waktu tertentu mendekati titik beku harus menjadi perhatian serius. Hypothermia disinyalir merupakan salah satu sebab pokok meninggalnya para korban di gunung ini.

Selain Hypothermia, Mountain Sickness adalah problem yang selalu mengintip setiap pendaki, terutama kawasan Kalimati ke atas.  Berjalan dari Kalimati di ketinggian 2.700 mdpl terus menanjak tajam melalui Arcopodo (2.900 mdpl) kemudian menuju Puncak Mahameru (3.676 mdpl) tentulah menuntut phisik prima dan organ-organ tubuh yang siap bekerja di udara berkadar oksigen lebih tipis dan tekanan udara yang berbeda dengan tempat tinggal kita sehari-hari. Jadi menikmati dan beristirahat di Ranu Kumbolo di hari pertama harusnya cukup membantu kita melakukan aklimatisasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan di ketinggian.

Last but not least:

Read More...

Kamis, 15 April 2010

Cara Membersihkan Tenda

Punya peralatan kemah, terutama tenda, memang sangat menyenangkan. Gak perlu ribed cari - cari pinjaman kalo mo ada kegiatan alam bebas. Tetapi untuk perawatan..ehmm..susah - susah mudah!!.

Pada saat pemakaian sih, senang - senang aja, apalagi jika kegiatannya pas musim panas. Tenda gak begitu kotor, kalaupun kotor, paling cuma kotor debu / kering aja.

Nah yang jadi masalah besar kalo pemakaiannya pas banget dimusim hujan!!.
Wah..selesai pemakaian, pasti bete banget ngeliat tenda yang kondisinya sangat kotor, basah dan pastinya...bau karena berada dalam lipatan dalam keadaan basah!!.

Berikut, kami ingin berbagi bagaimana cara membersihkan tenda, yang rata - rata terbuat dari bahan parasut. Coz..kalo salah cuci, pasti bahannya jadi cepat lapuk dan mudah robek.

Pertama - tama, kita pastikan dulu tenda dalam keadaan aman utk cuci. Maksudnya, kita perikasa dulu semuanya, kita dirikan lalu cek apakah ada barang - barang yang tertinggal didalamnya. Kali aja masih ada Hape atau Sleeping Bag yang keselip..hehehehe!!.

Setelah yakin aman dan terkendali, mulain deh kita siram pake air bersih. Gak perlu pake air zam - zam koq!. Sambil digosok pelan - pelan pake sikat halus. Nah..biar lebih mantab, airnya dicampur pake pembersih tuh!. Tapi jangan pake sabun cuci, cukup menggunakan shampoo atau lainnya, tapi inget..kandungan kimianya jgn yang terlalu keras. Bikin tenda cepet lapuk. Setelah dicuci, langsung jemur deh.

Nah..kalo uda
h kering, masukin kapur barus ( kamper ) yang udah di gerus ( dihaluskan! ) kedalam tenda. Ditaburin gituh!, biar tenda ga dimakan ngengat!.

Btw, baiknya setelah dipakai tenda langsung dicuci, jangan nunggu sampe lumutan yaaa!!.

Read More...

Minggu, 21 Februari 2010

Saung GOA Masuk Majalah!!!

Hah? Majalah PENGUSAHA tertarik untuk wawancara saya tentang usaha yang saya jalankan? itu reaksi pertama saya ketika menerima telpon dari Mbak Reny, wartawatinya majalah Pengusaha. Sempet bingung, seneng tapi sedikit gak percaya. Secara kita tahu, majalah PENGUSAHA itu bukan majalah ece - ece !. Majalah pengusaha adalah majalah yang isinya memang bisa dipertanggung jawabkan karena pasar mereka adalah kalangan Usahawan yang nota bene adalah orang - orang yang selalu berfikir kedepan.
Beberapa kali menerima telpon dari Mbak Reny untuk janjian wawancara saya masih agak belum percaya. Dan kebeneran, saat itu saya sedang sering berada di Cikidang - Sukabumi, jadi agak sulit untuk melakukan wawancara karena jarak yang lumayan jauh. Sampai akhirnya, di akhir Desember 2009 kami berdua dapat waktu yang tepat untuk melakukan wawancara di Saung GOA, kebeneran di saat bersamaan datang juga panitia kegiatan Kemah Parawali yang mo membicarakan pemakaian tenda utk kegiatan beliau. Klop deh...

Selama wawancara, sebenernya saya agak sungkan dan gak enak Mbak Reny karena gak bisa memberikan apa - apa, selain makan bakso dan es buah bareng disela - sela wawancara. Buat Mbak Reny : makasih banyak ya, Mbak...

Oh iya, harusnya hari itu Mbak Renny dateng bersama Photographer, tapi karena satu dan lain hal photographernya gak bisa dateng..tapi Mbak Renny menjanjikan bahwa session photo dilakukan menyusul.

Masuk tahun 2010, terbitan majalah Pengusaha sudah keluar. Mbak Reny juga sudah gak pernah menghubungi saya lagi. Saya pikir kami gak jadi masuk majalah pengusaha, karena memang dari awal saya agak gak percaya..ya udah, mikirnya : pasti gak masuk, ada yg lebih layak untuk masuk liputan majalah pengusaha. Namun ternyata saya salah, Januari akhir ada telpon dari Mas Edi , photographernya Majalah Pengusaha, minta janji untuk session pemotretan. Wah..Amazing!!.

Tepat hari Rabu, tanggalnya saya lupa, mas Edi dateng ke Saung GOA dengan segala peralatannya. Sebelum pemotretan, kami kongkow2 dulu membicarakan banyak hal. Mulai dari konsep pemotretan sampai lokasinya.

Menjelang sore, setelah matahari agak ramah, akhirnya dengan mengendarai Si Tilil ( Land Rover Operasional Saung GOA ) kami berangkat ke daerah Bintaro untuk sessi pemotretan outdoor. Dan lucunya, Si Tilil sempet mogok dulu didaerah Bintaro. Maaph ya, Mas Edi..hahahahaha..jadi lucu kalo diinget2..
Setelah diutak - atik, nyala lagi deh dan kita melanjutkan perjalanan ke lokasi yang dituju.

Dan akhirnya, setelah melewati berbagai proses : Saung GOA masuk majalah!!
Makasih untuk semuanya...


Nb : Oh iya, gambar tenda yang ada di Majalah Pengusaha, itu bukan tenda Saung GOA, itu photo istimewanya Majalah Pengusaha.

Read More...

Rabu, 28 Oktober 2009

Empat Abjad pengantar sukses!

Tahukah Anda empat abjad pengantar sukses?!
Mungkin kita tak pernah berfikir, bahwa ada abjad - abjad yang bisa mengantarkan kita pada titik kesuksesan. Namun sebelum ane membeberkan abjad - abjad tersebut, sekilas kita tarik mundur dulu tentang pengertian sukses itu sendiri.

Sebagian orang berfikir bahwa sukses itu adalah ketika kita bisa mencapai satu posisi tertentu, sebagian lagi beranggapan sukses adalah ketika kita bia mendapatkan nilai nominal dalam jumlah yang sangat banyak!!, namun ada sebagian yang beranggapan, sukses adalah ketika kita merasa bahagia dan tercukupi dengan apa yang kita punya.

Menurut ane, semua pendapat itu benar adanya. Kenapa?! karena kesuksesan itu adalah ketika kita merasa bahagia didunia dan mempunyai persiapan untuk diakhirat!.

Panjang lebar, langsung aja kita masuk kebahasan awal. Empat huruf penghantar sukses.
Inilah dia...

A X B X C X D = minimal 1

Kenapa A X B X C X D hasilnya MINIMAL harus 1 ?!
A harus bernilai Minimal 1, begitu juga dengan 3 abjad lainnya!!tidak boleh ada yang bernilai 0

A adalah ALAT
Untuk sukses, kita harus mempunyai alat! bukan hanya punya tetapi harus dirawat agar bisa digunakan. Gak mungkin seorang montir bisa sukses kalo peralatan yang dipakainya udah tak layak lagi. Begitu juga seorang sales atau marketing, gak mungkin bisa dapet klien bagus kalau motor, mobil atau laptopnya sering rusak dan mogok! iya gak?!. Jadi Abjad pertama pengantar kita sukses adalah A = ALAT!! rawat dan jagalah baik2...selanjutnya...

B adalah BEKERJA
Percaya gak, dimana2 yang namanya orang males, boro - boro bisa sukses..bisa makan aja udah bagus!. Kalo kata pribahasa betawi 'mah, " orang males 'mah pasti lapar!!". So, percuma kita punya ALAT yang bagus -bagus tapi gak pernah kita GUNAIN ( kerja! ). Ketiga...

C adalah CITA - CITA
Nah..ini penting banget dah!!kadang - kadang kita lupa, mo ngerjain sesuatu..ya udah main kerjain aja!gak punya misi kedepannya. Kalo begitu caranya sih, kaya tukang es doger langganan ane waktu kecil ( bukan berarti dia gak sukses kali yaaa...hihihi! ) dari ane SD sampe hari ini, dia masih setia aja jualan Es Doger!!sama sekali gak ada peningkatan!!bedanya, kalo dulu harganya Rp. 100 segelas, sekarang udah Rp. 1000 segelas!. Karena dari awal berjualan dia emang udah gak punya visi!!, nah yang manteb itu, ada langganan koran Babe ane waktu ane kecil juga. Dulunya cuma loper koran keliling kampung, sekarang udah jadi juragan koran yang tinggal duduk manis tunggu laporan, pas maghrib lari ke musholla sampe isya deh!!dunia udah,dapet tinggal ngejar akheratnya deh!!. Yang keempat...

D adalah DO'A
Beeuuuhhh..ini gak kalah pentingnya ma abjad - abjad diatas loh!!buat ngeraih kesuksesan itu kaga gampang!banyak rintangan dan hambatannya!kudu tawwakal!!pegimane caranya? ya..kudu banyak2 berserah diri deh ma yang diatas! kalo kaga begitu sih, bisa gila kita! bener gak?!. Ketika dapet tantangan, kita be'doa..semoga Tuhan ngeringanin bebannya..minimal secara emosionil kita jadi lebih tenang!!jauh dari penyakit stress!!. Banyak orang yang katanya sukses, jabatan bagus, duit banyak..eh..dia gantung diri!!sukses macem apa tuh?!

Nah, itu dia empat abjad yang bisa nganterin kita sukses!inget..nilainya gak boleh ada yang NOL..minimal kudu SATU!!okeh?!

Sekedar be'bagi omongan aja sih, kalo diterima ya syukur, engga juga gak apa - apa!. Yang baek - baek silahkan di ambil, kalo yang buruk - buruk sih, tulis aja di komen..supaya bisa ane jadiin kritikan yang ngebangun..makasih yaaa....


Read More...

Minggu, 18 Oktober 2009

Rental Alat Kemah

Mengapa Rental Alat Kemah?!. Kalau dipikir - pikir agak sedikit aneh, saat ini ada orang yang berani menggantungkan hidupnya dengan usaha rental peralatan kemah yang mungkin penggemarnya tidak sebanyak rental mobil atau rental lainnya. Berawal dari hobby berkegiatan dialam bebas sejak masih sekolah dasar disertai pengalaman betapa sulitnya mencari " pinjaman " peralatan ketika ingin melakukan kegiatan pendakian, maka pada tahun 2003 akhir saya memberanikan diri membuka sebuah usaha penyewaan peralatan kemah yang berlokasi di Kp. Utan - Ciputat.

Awal berdiri, saya hanya mempunyai 3 buah tenda dome, 5 buah carrier, 5 buah sleeping bag dan beberapa peralatan lain yang jumlahnya tidak lebih dari 10 buah. Mula - mula saya hanya menangani sewa perorangan yang jumlah sewanya rata - rata hanya satu buah per'item saja. Namun sejalan dengan waktu, akhirnya saya memberanikan diri untuk menerima penawaran sewa yang jumlahnya diluar batas barang yang saya punya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya mengajukan kerjasama dengan beberapa usaha sejenis yang kedudukannya diluar Jakarta, seperti Bandung & Bogor. Alhasil, dari beberapa transaksi besar saya mendapat keuntungan yang lumayan dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menjadikan usaha ini sebagai salah satu ladang penghasilan saya.


Sekarang sudah hampir lima tahun berjalan, usaha ini masih tetap stabil bahkan grafik penyewaan semakin meningkat seiring semakin banyaknya orang - orang yang ingin berkegiatan diluar ruangan. Kalau pada awal berdiri, rata - rata penyewa adalah teman - teman pendaki gunung, sekarang saya malah lebih banyak menangani transaksi untuk kegiatan outbound perusahaan, mabim mahasiswa atau kegiatan sekolah, seperti kemah persami dan lainnya. Apalagi sekarang ini sedang digalakanya slogan - slogan Back to Nature atau Go Green seiring dengan issu Global Warming, maka makin banyak saja pihak - pihak yang merasa perlu untuk mengajak anak didiknya atau bawahannya untuk peduli & mengenal lingkungan lebih dekat dengan cara mengadakan kegiatan sekolah atau kantornya dialam bebas.

Read More...
Telepon : 021 749 - 8780. Mobile : 0812 - 1985 - 9687 outbound,penyelenggara outbound,outing,gathering,sarana petualang,arung jeram

Photobucket   

Saung GOA on Facebook
Berbagi di Facebook Bagikan